Dari Limbah ke Harapan: Ketika Cangkang Gonggong Menjadi Penyelamat Tanah Tembesi

IDNNEWS.CO.ID, BATAM – Pagi itu, di sebuah sudut Kelurahan Tembesi, aroma tanah basah bercampur riuh suara ibu-ibu yang tengah menjemur bubuk putih kecokelatan. Sekilas tak ada yang istimewa dari bubuk itu. Namun siapa sangka, serbuk halus tersebut berasal dari cangkang gonggong—moluska khas Kepulauan Riau yang biasa diolah menjadi kuliner.

Limbah yang dulu dianggap tak berguna itulah yang kini menjadi tumpuan harapan bagi para petani dan ibu rumah tangga di Tembesi.

Transformasi kecil namun penuh arti itu lahir dari Program CSR PELITA Tembesi (Pemberdayaan Lingkungan Tangguh dan Asri) yang digagas PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) sebagai Subholding Gas Pertamina.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Bertumbuh 102,6 Persen, Bank Indonesia Kepri: Nominal Transaksi QRIS Capai Rp524 Triliun

Program ini digerakkan dari Offtake Stasiun Panaran Batam untuk menjawab persoalan lingkungan, sosial, hingga ekonomi masyarakat di Kecamatan Sagulung, Batam.

PELITA Tembesi tidak dibangun sebagai proyek top-down, melainkan tumbuh dari kebutuhan nyata masyarakat. Melalui pendekatan pemberdayaan, PGN menggandeng komunitas setempat untuk memperkuat kapasitas, kesadaran lingkungan, hingga menciptakan peluang ekonomi baru berbasis potensi lokal.

Kegiatan yang lahir dari program ini pun beragam. Ada Bank Sampah Mutiara Bersinar yang mengubah sampah rumah tangga menjadi tabungan lingkungan. Ada pula Kelompok Wanita Tani (KWT) Agro Hijau, yang selama ini berdamai dengan kondisi tanah asam yang membuat hasil panen sering mengecewakan.

BACA JUGA:  Skor ESG PGN Melesat, Komitmen Kuat Menuju Net Zero Emission

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *