Menurut dia, kondisi tersebut mulai berubah dalam 10 hingga 15 tahun terakhir. Berbagai kegiatan adat Batak, mulai dari acara berskala kecil hingga pesta besar, kini dapat digelar di Batam.
Perubahan itu, kata dia, menunjukkan semakin kuatnya posisi Batam sebagai salah satu pusat komunitas Batak di luar bona pasogit Tapanuli Raya.
Ia bahkan menyebut Batam kini layak dipandang sebagai bona pasogit ketiga setelah Tapanuli Raya dan Jakarta. Jakarta menjadi salah satu pusat komunitas Batak terbesar di luar tanah asalnya, dengan berbagai kegiatan adat yang berlangsung hampir setiap hari.
Meski kemampuan parhata adat di Jakarta maupun Batam masih memiliki perbedaan dengan tradisi di Tapanuli Raya, proses adaptasi terus berlangsung. Sejumlah tradisi bahkan mulai dikemas lebih modern tanpa menghilangkan makna dasarnya.
Semangat itulah yang hendak diangkat melalui festival budaya Batak di Batam.
“Ini yang kita sasar dalam kegiatan festival lomba tortor Batak, lomba persinabung, meminta gondang, serta lomba busana adat Batak yang akan diselenggarakan nanti,” ujarnya.
Ketika Modernisasi Menguji Akar Budaya
Di tengah perkembangan teknologi, tantangan menjaga identitas budaya menjadi semakin kompleks.











