Dari Bona Pasogit ke Batam, Merawat Identitas Batak di Tengah Arus Modernisasi

IDNNEWS.CO.ID, BATAM – Bagi masyarakat Batak, bona pasogit bukan sekadar tempat kelahiran. Ia adalah ruang tempat tradisi diwariskan, adat dijalankan, dan kebersamaan tumbuh dari generasi ke generasi.

Namun, ketika kehidupan membawa masyarakat Batak jauh dari kampung halaman, pertanyaan tentang bagaimana menjaga akar budaya mulai menemukan relevansinya.

Di Batam, pertanyaan itu kini coba dijawab melalui sebuah pesta budaya yang mengangkat kembali suasana bona pasogit ke tengah kehidupan perkotaan.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  HM Rudi : Batam Dirancang untuk Tunjang Perkonomian Kepri

Gagasan tersebut salah satunya digagas Johanes Kennedy Aritonang, Chairman Panbil Group dan pendiri Yayasan Yonkenedia.

Menurut dia, perkembangan komunitas Batak di Batam telah mengubah banyak hal, termasuk cara masyarakat menjalankan tradisi dan pesta adat.

Ia mengenang masa ketika masyarakat Batak di Batam masih harus pulang kampung untuk melangsungkan pesta pernikahan maupun berbagai ritual adat.

“Dulu kalau pulang kampung bulan Desember, salah satu tujuannya untuk menikah. Kenapa harus di kampung? Karena saat itu di Batam belum tersedia sarana, baik untuk penyelenggaraan pesta maupun parhata adat,” kata Johanes Kennedy Aritonang di Batam, Kamis (1/10/2026).

BACA JUGA:  Penelitian Ungkap Manfaat Menulis Tangan, Bisa Bantu Otak Lebih Terhubung

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *