Dampak Kenaikan Tarif Ferry, Pelaku Pariwisata Keluarkan ‘Jurus Jitu’ Gaet Peningkatan Kunjungan Wisman

Ia menilai konektivitas laut antara Batam dan Singapura serta Malaysia memiliki peran strategis karena sebagian besar wisatawan mancanegara yang datang ke Batam menggunakan jalur ferry.

Selain itu, kemudahan proses keberangkatan dan kedatangan juga menjadi faktor penting bagi wisatawan lintas negara. Oleh sebab itu, pengelola terminal terus berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan pelayanan tetap optimal.

“Kami ingin memastikan wisatawan tetap mendapatkan pengalaman perjalanan yang nyaman dan efisien ketika datang ke Batam,” ujarnya.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Lebih dari Dua Juta Wisman Kunjungi Kepri, Devisa Pariwisata Capai Rp22,6 Triliun di 2025

Di sisi lain, pelaku industri pariwisata dalam momen tersebut mengatakan kebijakan penyesuaian tarif transportasi laut dapat tetap mempertimbangkan stabilitas sektor pariwisata daerah.

Batam sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata favorit bagi warga Singapura karena jarak tempuh yang relatif dekat serta kemudahan akses transportasi laut.

Dengan adanya tambahan biaya bahan bakar tersebut, pemerintah daerah bersama pelaku industri diharapkan dapat terus mencari solusi agar arus wisatawan tetap terjaga dan pertumbuhan ekonomi daerah tidak terganggu.

Apalagi sektor pariwisata dan jasa perjalanan menjadi salah satu penggerak utama ekonomi di wilayah Kepulauan Riau, khususnya di Batam yang memiliki posisi strategis sebagai kawasan perdagangan dan wisata perbatasan.(Iman)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *