BTP Batam Perkuat Konektivitas TPK Batu Ampar, CMA CGM dan GTN Bahas Peluang Jaringan Logistik Asia

Salah satu konektivitas tersebut adalah layanan Batam-Shanghai dengan frekuensi sekitar dua hingga tiga kali dalam sepekan. Sementara CMA CGM memiliki layanan dua kali dalam sepekan melalui rute Shanghai-Ningbo-Shekou-Batam-Yangon-Belawan-Kuantan-Shanghai.

Konektivitas tersebut memberikan alternatif pergerakan barang dari dan menuju Batam tanpa sepenuhnya bergantung pada pola feeder dan transshipment.

Data BP Batam menunjukkan biaya logistik rute Batam-Shanghai melalui layanan direct call berada pada kisaran 650-800 dollar AS per kontainer 20 feet. Sebelumnya, melalui feeder dan transshipment di Singapura, biayanya berada pada kisaran 950-1.100 dollar AS.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Rekaman Bagi-bagi Duit Bongkar Dana APBD Lingga Digunakan untuk Memenangkan Caleg

Ke depan, pengembangan TPK Batu Ampar diarahkan untuk semakin memperkuat hubungan Batam dengan jaringan perdagangan Intra-Asia. Salah satu arah pengembangan yang tengah dikaji adalah mengubah pola pergerakan kargo menjadi layanan direct call ke Batam.

Selain memperkuat koneksi internasional, Batam juga diarahkan untuk memainkan peran sebagai hub pelabuhan domestik menuju jaringan internasional. Dengan skema tersebut, kargo dari berbagai wilayah Indonesia berpeluang dikonsolidasikan melalui Batam sebelum diteruskan ke jaringan perdagangan internasional.

Pengembangan ini sejalan dengan agenda transformasi TPK Batu Ampar sebagai gerbang logistik internasional. BP Batam juga mencatat bahwa hingga Agustus 2026, arus peti kemas seluruh pelabuhan yang dikelola BP Batam mencapai 542.927 TEUs, tumbuh 8,2 persen secara tahunan.

BACA JUGA:  Strategi Batam Terminal Petikemas Perluas Lapangan Penumpukan 12,5 Hektare dan Adopsi Sistem Global Navis N4

Bagi BTP, penguatan konektivitas tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas komunikasi dengan pelaku usaha dan pemangku kepentingan sekaligus membuka peluang kolaborasi baru.

Posisi Batam di jalur Selat Malaka serta kedekatannya dengan Singapura dan Malaysia menjadi salah satu modal geografis dalam pengembangan Batam sebagai simpul logistik dan perdagangan kawasan. (Iman)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *