IDNNEWS.CO.ID, BATAM – PT Batam Terminal Petikemas (BTP) memperkuat komunikasi dengan pelaku industri pelayaran dan logistik untuk mengembangkan konektivitas Terminal Petikemas (TPK) Batu Ampar, Batam, Kepulauan Riau.
Upaya tersebut dilakukan melalui pertemuan dengan CMA CGM Group pada 15 September 2026 serta kunjungan PT Global Transportasi Nusantara (GTN) yang merupakan agen Cosco Shipping Line bersama Delegasi Kedutaan Besar China pada 16 September 2026.
Pertemuan membahas perkembangan aktivitas kepelabuhanan, konektivitas pelayaran, serta peluang pengembangan kerja sama untuk memperkuat posisi Batam dalam jaringan logistik regional. Mengingat, GTN merupakan perusahaan yang memiliki pengalaman sebagai agen/sub-agent COSCO Shipping Lines di Indonesia dan mempunyai jaringan cabang di berbagai kota.
Sementara itu, CMA CGM membawa perspektif perusahaan pelayaran global lainnya. Pertemuan beberapa pemain tersebut dengan BTP dapat diberitakan sebagai bagian dari upaya membuka peluang pengembangan konektivitas pelayaran dan arus barang melalui Batam.
Direktur PT Batam Terminal Petikemas, Capt Basori Alwi, bersama jajaran manajemen BTP menerima delegasi CMA CGM Group yang terdiri atas Network Director APAC CMA CGM Group Eric Legros, Chief of Staff to the CEO & Network Manager CMA CGM Asia Pacific Andrew Fairley, dan President Director CMA CGM Indonesia Ikram Ghazali.
Sehari kemudian, BTP menerima kunjungan PT Global Transportasi Nusantara yang diwakili Area Manager Vinson NG, bersama Delegasi Kedutaan Besar China.
Delegasi tersebut terdiri atas Political Counselor China Embassy Delegation Zhen Wangda, serta First Secretary Ghao Zhihong dan Qun Shanshan.
Sebagaimana diketahui, PT Batam Terminal Petikemas merupakan mitra kerja sama BP Batam dalam pengelolaan TPK Batu Ampar. Pengelolaan tersebut berjalan bersama PT Batu Ampar Container Terminal (BACT).
Dalam proses transformasinya, pengembangan TPK Batu Ampar didukung investasi sekitar 85 juta dollar AS. Investasi tersebut diarahkan untuk modernisasi peralatan bongkar muat, pengembangan lapangan penumpukan peti kemas, peningkatan kapasitas terminal, hingga digitalisasi layanan kepelabuhanan.
Berdasarkan data BP Batam, menunjukkan Container Handling Productivity TPK Batu Ampar meningkat dari 18 BCH menjadi 24 BCH. Sementara Ship Handling Productivity meningkat dari 12 BSH menjadi 40 BSH.
Waktu putar kapal atau Vessel Turnaround Time juga turun dari rata-rata 20 jam menjadi tujuh jam. Adapun Waiting Time berkurang dari 1,4 jam menjadi 0,6 jam.
Penguatan fasilitas tersebut berjalan beriringan dengan peningkatan layanan pelayaran langsung atau direct call. Pada Januari-Mei 2026, TPK Batu Ampar mencatat 106 call direct call internasional, meningkat 212 persen dibandingkan periode yang sama 2025 yang mencapai 34 call.
Volume peti kemas melalui layanan direct call juga mencapai 58.237 TEUs, naik 125 persen dibandingkan 25.904 TEUs pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, total arus peti kemas TPK Batu Ampar sepanjang Januari-Mei 2026 mencapai 221.183 TEUs. Dari jumlah tersebut, aktivitas ekspor mencapai 71.930 TEUs atau sekitar 32,5 persen.
Kinerja tersebut menjadi konteks penting dalam pembahasan BTP dengan CMA CGM dan delegasi dari China, terutama terkait pengembangan konektivitas Batam dengan jaringan perdagangan Asia.











