Ia berharap keberadaan KCP Batuaji tidak hanya memperluas akses pembiayaan, tetapi juga menghadirkan pendampingan usaha, peningkatan literasi keuangan, hingga penguatan branding bagi pelaku UMKM lokal. Bahkan, ia membuka peluang agar ke depan BTN dapat dipertimbangkan menjadi mitra Pemerintah Kota Batam sebagai bank kas daerah, berdampingan dengan Bank Riau Kepri.
Dari sisi sektor properti, Ketua DPD REI Khusus Kota Batam Robinson Tan menilai relokasi KCP Batuaji sebagai langkah strategis, mengingat kawasan tersebut berkembang sebagai pusat hunian baru, kawasan industri, sekaligus pusat perdagangan.
Menurutnya, Batuaji memiliki basis nasabah potensial yang kuat, terutama dari kalangan pekerja industri dan keluarga muda yang membutuhkan akses pembiayaan perumahan. Hal ini membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara pengembang dan perbankan.
“Kami optimistis BTN dapat terus memberikan layanan terbaik dan menjaga sinergi yang sudah berjalan baik dengan para pengembang,” ujarnya.
Sebagai bank yang identik dengan pembiayaan sektor perumahan, BTN memiliki peran penting dalam menjaga likuiditas dan akses kredit kepemilikan rumah (KPR), terutama di kawasan penyangga industri seperti Batuaji. Dukungan pembiayaan yang stabil diyakini akan mempercepat realisasi proyek hunian sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi turunan di sektor konstruksi dan perdagangan bahan bangunan.
Syukuran peresmian ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur sekaligus penanda dimulainya operasional kantor di lokasi baru. Namun di balik seremoni tersebut, tersimpan agenda ekspansi yang lebih besar.










