BP Batam Rancang Kawasan Pedestrian UMKM yang Nyaman dan Berdaya Saing

Deputi Infrastruktur BP Batam, Mouri Limanto
Deputi Infrastruktur BP Batam, Mouri Limanto,

Salah satu kawasan yang menjadi fokus kajian penataan adalah Tanjung Pantun. Kawasan ini direncanakan tidak lagi berfungsi sebagai jalan utama kendaraan, melainkan akan diubah menjadi area pedestrian yang ramah pejalan kaki dan mendukung aktivitas ekonomi UMKM.

“Tanjung Pantun ini nanti bukan jalan utama lagi. Arahnya akan menjadi pedestrian, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat bisa tumbuh dengan nyaman,” kata Mouri.

Meski demikian, BP Batam menegaskan bahwa penataan fisik kawasan tidak akan dilakukan secara tergesa-gesa. Saat ini, pemerintah masih melakukan kajian mendalam, termasuk menghitung waktu dan tahapan pelaksanaan proyek tersebut.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Akademisi Soroti Rencana Perluasan Kewenangan BP Batam ke 22 Pulau: 'Jangan Ulangi Kegagalan Masa Lalu'

“Prosesnya masih dalam kajian. Yang paling penting bagi kami sekarang adalah meningkatkan kehidupan masyarakatnya dulu. Kalau kawasan sudah hidup, penataan justru akan lebih mudah dilakukan,” tegasnya.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa BP Batam tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur semata, tetapi juga memastikan roda ekonomi masyarakat bergerak terlebih dahulu. Dengan meningkatnya aktivitas UMKM dan kunjungan masyarakat, kawasan yang ditata diharapkan benar-benar menjadi pusat ekonomi baru, bukan sekadar proyek fisik.

Penataan UMKM terpadu ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, membuka lapangan kerja, serta memperkuat posisi Batam sebagai kota perdagangan dan pariwisata yang inklusif. Jika konsep ini berhasil, kawasan pedestrian UMKM bisa menjadi ikon baru Batam yang tidak hanya menarik bagi warga lokal, tetapi juga wisatawan domestik dan mancanegara. (Iman Suryanto)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *