Kesepakatan bilateral tersebut juga menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia dan Singapura tetap berkomitmen memperdalam kerja sama ekonomi di tengah tantangan global yang memengaruhi rantai pasok dunia, perlambatan ekonomi sejumlah negara, hingga meningkatnya persaingan dalam menarik investasi asing.
Dalam pertemuan itu, kedua negara sepakat memperkuat kolaborasi pada sejumlah sektor strategis seperti investasi, perdagangan, pengembangan ekonomi digital, energi rendah karbon, ketahanan pangan, pengembangan sumber daya manusia, serta konektivitas pariwisata.
Dari sisi investasi, kawasan Batam, Bintan, dan Karimun terus menunjukkan performa yang mengesankan. Sepanjang tahun 2025, nilai investasi yang masuk ke kawasan BBK mencapai US$5,7 miliar, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Capaian tersebut mempertegas posisi BBK sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus destinasi investasi utama di Indonesia.
Pertumbuhan investasi tersebut tidak terlepas dari kedekatan geografis dengan Singapura yang selama ini menjadi salah satu mitra ekonomi terbesar Indonesia. Selain memiliki akses logistik yang efisien, kawasan BBK juga menawarkan berbagai insentif investasi yang mampu menarik minat investor global.
Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait saat dihubungi KE Groups menyambut positif hasil pertemuan bilateral tersebut.
Menurutnya, Singapura selama ini merupakan investor terbesar di Kota Batam dan penguatan kerja sama yang disepakati kedua negara diyakini akan semakin mempercepat pertumbuhan investasi di wilayah tersebut.










