“Dengan talent ready database, perusahaan tidak lagi kesulitan mencari SDM yang tepat, dan lulusan pun bisa terserap lebih cepat,” tambah Fary.
Pengembangan MANTAB, tegas Fary, terinspirasi dari berbagai model sukses dunia. Diantaranya di Jerman melalui Dual Vocational System, Singapura dengan SkillsFuture, Jepang melalui Monozukuri Culture dan Korea Selatan melalui Integrasi riset kampus dan industri
“Semua negara itu berhasil karena kolaborasi yang berkelanjutan antara talenta, industri, dan pemerintah. Itulah yang kita wujudkan di Batam,” tegasnya.
Untuk itu, BP Batam menargetkan bahwa dalam lima tahun ke depan, setiap lulusan di Batam telah memiliki profil kompetensi yang tersimpan dalam database yang dapat diakses industri.
“Investor datang bukan hanya karena insentif dan kemudahan perizinan, tetapi karena Batam punya human capital yang unggul dan siap kerja,” jelas Fary.
Program ini juga mendukung agenda pembangunan nasional dalam mengurangi pengangguran serta memperluas kesempatan kerja yang dicanangkan pemerintah pusat.
Komitmen Industri: Serap 55 Ribu Tenaga Kerja
Pada peluncuran MANTAB, BP Batam juga mengumumkan nota komitmen investasi dengan penyerapan tenaga kerja mencapai, 26 perusahaan dengan Nilai komitmen mencapai Rp55,375 miliar dengan target penyerapan: 55.300 pekerja dalam tiga tahun.









