Perusahaan menargetkan pengembangan kawasan hingga 150 hektare dalam kurun waktu satu tahun. Untuk mendukung kebutuhan bahan baku, investor juga menyiapkan pasokan pasir silika khusus dari luar negeri dengan tingkat kemurnian yang diklaim mencapai 99 persen.
Ketersediaan bahan baku berkualitas tinggi menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan industri hilirisasi yang menyasar rantai pasok semikonduktor.
Selain investasi tahap awal, perusahaan menyampaikan adanya potensi penyerapan sekitar 1.000 tenaga kerja. Peluang tersebut diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya di kawasan Rempang.
Ahmad Maruf juga menyebut adanya investasi tambahan dari Jepang yang dikaitkan dengan penyerapan lebih dari 1.000 tenaga kerja, serta investasi dari Inggris yang menurut perusahaan telah terealisasi.
Ia menegaskan komitmen perusahaan untuk membuktikan keseriusan pengembangan proyek dalam jangka panjang melalui realisasi investasi dan pembangunan industri secara bertahap.
Sementara itu, Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyambut baik penandatanganan MoU tersebut. Ia menilai kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperkuat daya tarik Batam sebagai tujuan investasi, terutama untuk pengembangan industri berteknologi tinggi dan berorientasi ekspor.
Amsakar menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 7,28 persen dalam periode kepemimpinannya selama satu tahun delapan bulan delapan hari. Angka tersebut berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang berkisar 5 persen.













