Blue Fire Muncul di Gunung Papandayan, Badan Geologi Ungkap Penyebab dan Potensi Bahayanya

Blue Fire Sudah Tidak Teramati

Berdasarkan hasil pemantauan terkini hingga 26 September 2026, sinar api yang sebelumnya teramati di area Kawah Manuk sudah tidak terlihat lagi.

Meski demikian, Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) tetap melakukan pemantauan secara intensif dan berkelanjutan terhadap perkembangan aktivitas di Kawah Manuk.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi terhadap kemungkinan terulangnya fenomena serupa.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  BPS Batam: Jumlah Penumpang Domestik di Desember 2024 Alami Peningkatan

Badan Geologi juga terus berkoordinasi dengan pengelola TWA Gunung Papandayan untuk mengantisipasi kondisi yang dapat membahayakan pengunjung.

Tingkat aktivitas Gunung Papandayan akan dievaluasi secara berkala maupun apabila terjadi perubahan aktivitas yang signifikan.

Daryono menegaskan bahwa blue fire memang memiliki daya tarik tersendiri, tetapi keselamatan tetap harus menjadi prioritas.

“Blue fire memang indah, tetapi jangan mengejarnya. Dalam mitigasi gunung api, keselamatan lebih penting daripada mendapatkan foto terbaik,” ujarnya.

Masyarakat dan pengunjung diminta mematuhi zona aman serta rekomendasi resmi PVMBG dan pengelola kawasan.

SUMBER: BISNIS INDONESIA

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *