Blue Fire Muncul di Gunung Papandayan, Badan Geologi Ungkap Penyebab dan Potensi Bahayanya

Waspadai Gas Vulkanik

Menurut Daryono, hal yang perlu lebih diwaspadai adalah lingkungan tempat blue fire terbentuk.

Di sekitar fumarola dapat terdapat gas SO₂ dan H₂S yang bersifat beracun serta CO₂ yang pada konsentrasi tinggi dapat mengurangi ketersediaan oksigen.

Paparan gas tersebut dapat menyebabkan mata dan tenggorokan perih, batuk, sesak, pusing, mual, hingga kehilangan kesadaran.

Bacaan Lainnya

Arah angin juga dapat berubah dengan cepat sehingga gas yang semula bergerak menjauh dapat tiba-tiba mengarah ke lokasi pendaki.

Karena itu, Daryono mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan fenomena blue fire sebagai alasan untuk mendekati kawah demi mendapatkan foto atau video.

Pendaki juga diminta tidak mendekati lubang fumarola atau rekahan yang mengeluarkan gas, tidak memasuki area yang telah dibatasi petugas, serta menghindari berlama-lama di cekungan atau tempat rendah karena gas tertentu dapat terakumulasi di area tersebut.

Masker biasa juga tidak dapat dianggap sebagai perlindungan yang memadai terhadap konsentrasi gas vulkanik yang tinggi.

Jika saat mendaki tiba-tiba mencium bau belerang yang sangat menyengat, merasakan mata atau tenggorokan perih, pusing, sesak, atau melihat kepulan gas bergerak ke arah lokasi, pendaki diminta segera menjauh dari sumber gas menuju area terbuka dengan udara yang lebih bersih dan mengikuti arahan petugas.

“Jangan menunggu sampai gejala menjadi berat,” kata Daryono.

Papandayan Masih Level I

Kemunculan blue fire di Gunung Papandayan menjadi fenomena yang jarang terjadi. Namun, lokasinya di area Kawah Manuk berada dekat dengan jalur pendakian utama dan arah area perkemahan yang menjadi salah satu tujuan wisata di kompleks Gunung Papandayan.

Karena itu, Badan Geologi mengingatkan perlunya peningkatan kewaspadaan. Potensi bahaya yang dapat muncul antara lain semburan dan paparan gas vulkanik beracun dengan konsentrasi di atas ambang batas.

Saat ini, Gunung Papandayan masih berada pada tingkat aktivitas Level I (Normal).

Badan Geologi merekomendasikan masyarakat di sekitar Gunung Papandayan serta wisatawan, pendaki, dan pengunjung untuk tidak beraktivitas maupun menginap di kawasan bukaan kawah aktif dalam kompleks Gunung Papandayan.

Area yang dimaksud meliputi Kawah Baru, Kawah Emas, Kawah Nangklak, serta Kawah Manuk/Balagadama dalam radius 500 meter. Larangan tersebut juga perlu diperhatikan terutama ketika cuaca mendung dan hujan.

Masyarakat juga diminta mewaspadai gas beracun yang konsentrasinya dapat meningkat secara tiba-tiba, kemungkinan letusan yang dapat terjadi tanpa didahului gejala vulkanik yang jelas, serta potensi longsor pada dinding kawah kompleks Gunung Papandayan.

Badan Geologi juga mengingatkan adanya kemungkinan kemunculan blue fire di lokasi berbeda dalam kawasan Kompleks Gunung Papandayan.

Apabila fenomena tersebut kembali teramati, pengelola TWA Gunung Papandayan diminta menerapkan jarak aman sesuai rekomendasi Badan Geologi untuk menjamin keselamatan pengunjung dan mencegah aktivitas di area yang berpotensi membahayakan.

Pos terkait