BI Soroti Kredit UMKM Baru Tumbuh 1,2 Persen, Perbankan Diminta Tingkatkan Pembiayaan

IDNNEWS.CO.ID, JAKARTA — Bank Indonesia (BI) menyoroti masih terbatasnya pertumbuhan penyaluran kredit kepada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hingga pertengahan 2026, pertumbuhan kredit UMKM tercatat baru mencapai 1,2 persen.

Pejabat Gubernur Sementara BI Destry Damayanti mengatakan kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian bersama, mengingat besarnya kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional.

“Kredit UMKM saat ini memang menjadi pekerjaan rumah kita semua,” kata Destry dalam acara Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026, Kamis (20/8/2026).

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Daihatsu Beri Beasiswa Rp385 Juta untuk SMK Terbaik di GIIAS 2026, Ini Daftar Pemenangnya

Menurut Destry, Indonesia memiliki sekitar 64 juta pelaku UMKM. Sektor tersebut menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja dan berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.

Besarnya peran tersebut membuat peningkatan akses pembiayaan menjadi salah satu faktor penting untuk mendorong UMKM berkembang dan naik kelas.

Karena itu, Destry mendorong perbankan untuk lebih aktif menyalurkan kredit kepada pelaku UMKM. Ia juga mengajak para bankir yang hadir dalam KKI 2026 untuk meningkatkan pembiayaan ke sektor tersebut.

“Bank-bank ayo dong nyalurin kredit buat UMKM. Jadi bukan hanya beli tapi nyalurin kredit,” ujarnya.

BACA JUGA:  Merchant QRIS Nekat Terapkan Batas Minimal Transaksi? BI Kepri: Laporkan ke BI Care 131!

BI Siapkan Tiga Strategi Pengembangan UMKM

Destry mengatakan BI akan terus memperkuat sinergi untuk mendorong UMKM tumbuh lebih kuat dan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian serta penyerapan tenaga kerja.

BI menyiapkan tiga strategi utama pengembangan UMKM yang diterapkan melalui 46 kantor perwakilan BI di seluruh Indonesia.

Strategi tersebut meliputi penciptaan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, terintegrasi dan berdaya saing; penguatan pembiayaan inklusif dan keuangan berkelanjutan; serta perluasan literasi dan sinergi ekonomi dan keuangan inklusif dan berkelanjutan.

Selain memperkuat pembiayaan, BI juga mendorong digitalisasi sistem pembayaran untuk membantu UMKM meningkatkan efisiensi transaksi.

BACA JUGA:  Berkekuatan Hukum Tetap, Kejari Anambas Musnahkan Barang Bukti Perkara

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *