Hasil penilaian menunjukkan pilar ekonomi dan sosial budaya menjadi kekuatan utama pariwisata Kepri, didukung oleh partisipasi aktif masyarakat lokal, pelestarian budaya Melayu pesisir, serta pengelolaan destinasi yang semakin profesional.
Sejumlah destinasi unggulan diproyeksikan mengalami pertumbuhan signifikan pada 2026, antara lain Batam, Bintan, dan Anambas. Pertumbuhan ini sejalan dengan tren wisata berkualitas yang mengedepankan pengalaman autentik, keberlanjutan lingkungan, dan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.
“Pariwisata Kepri tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan jumlah kunjungan, tetapi juga kualitas belanja wisatawan dan pemerataan manfaat ekonomi,” kata Ardhienus.
Selain pariwisata, industri kreatif juga masuk dalam tujuh sektor prioritas nasional yang tercantum dalam peta jalan Indonesia Emas 2045. Kepri, khususnya Batam, dinilai memiliki peluang besar untuk mengembangkan subsektor film, animasi, dan konten digital.
Salah satu contoh konkret adalah keberadaan Infinite Studios, pionir industri kreatif Indonesia yang telah beroperasi sejak 2005. Studio ini berperan penting dalam produksi film animasi internasional yang seluruhnya berorientasi ekspor, dengan karya-karya yang ditayangkan di berbagai platform global seperti Disney Junior, Netflix, Nickelodeon, hingga HBO.
Infinite Studios juga berkontribusi dalam pengembangan ekosistem UMKM kreatif dengan membina dan meng-outsource pekerjaan ke lebih dari 22 studio animasi UMKM di berbagai daerah di Indonesia.
“Industri kreatif menjadi sektor strategis karena mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas, mendorong ekspor jasa, serta memperkuat citra Kepri sebagai pusat ekonomi kreatif berbasis teknologi,” jelas Ardhienus.
