IDNNEWS.CO.ID, JAKARTA – Upaya Indonesia untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam transaksi perdagangan internasional terus menunjukkan hasil signifikan.
Skema Local Currency Settlement (LCS) yang memungkinkan transaksi menggunakan mata uang lokal masing-masing negara kini semakin diminati oleh mitra dagang global.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, mengungkapkan bahwa minat negara lain untuk bergabung dalam kerja sama LCS dengan Indonesia terus bertambah.
Terbaru, India, Singapura, dan Hong Kong menyatakan ketertarikannya untuk melakukan transaksi bilateral dengan Indonesia tanpa menggunakan dolar AS.
“Rencana ke depan beberapa negara mengajukan kerja sama LCS. Sudah MoU dengan India dan Singapura, sementara Hong Kong masih dalam proses penjajakan,” ujar Destry saat konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia di Jakarta, Rabu (17/12/2025).
Langkah ini sejalan dengan strategi BI dan pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal perekonomian nasional, terutama di tengah dinamika global yang masih dibayangi ketidakpastian geopolitik, fluktuasi nilai tukar, serta kebijakan moneter ketat di sejumlah negara maju.
