Belajar dari VSIP, BP Batam Dorong Transformasi Kawasan Industri dari Penjual Lahan Menjadi Pencipta Nilai Investasi

Paradigma Baru Pengelolaan Aset Negara

Fary menilai selama ini keberhasilan kawasan industri masih sering diukur dari besarnya penerimaan sewa lahan atau hak pengelolaan lahan.

Padahal, menurutnya, nilai ekonomi terbesar justru tercipta ketika investor mulai berproduksi. Aktivitas manufaktur akan mendorong ekspor, meningkatkan pergerakan logistik, menghidupkan pelabuhan dan bandara, membuka lapangan kerja baru, hingga meningkatkan penerimaan negara.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Pemko Batam Berwirausaha

“Lahan tidak lagi menjadi aset pasif, tetapi menjadi mesin pencipta nilai ekonomi,” katanya.

Cara pandang tersebut, lanjut Fary, sejalan dengan konsep PNBP Plus yang sedang dikembangkan BP Batam. Melalui pendekatan ini, aset negara tidak lagi diposisikan hanya sebagai penghasil pendapatan tunggal (single revenue), melainkan mampu menciptakan berbagai sumber penerimaan (multiple revenue), mulai dari base revenue, growth revenue, upside revenue, hingga ownership value.

Dengan konsep tersebut, pemerintah tidak hanya berperan sebagai pemilik lahan, tetapi juga menjadi mitra pertumbuhan investasi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *