Indra menjelaskan, pernyataan penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) sempat memicu kekhawatiran di kalangan investor.
Namun, menurut dia, tekanan terhadap IHSG tidak dapat dilepaskan dari sejumlah faktor lain, termasuk kebijakan suku bunga internasional.
“Pada hari pertama saat MSCI mengeluarkan pernyataan, memang ada kepanikan dari investor. Tetapi, penurunan IHSG bukan hanya disebabkan hal itu, melainkan juga faktor-faktor lain, seperti suku bunga internasional dan kondisi sosial politik,” jelasnya.
MSCI memiliki pengaruh terhadap dinamika investasi karena indeks dan penilaiannya menjadi salah satu acuan bagi investor domestik maupun asing dalam menentukan strategi penempatan dana.
Meski demikian, Indra melihat adanya perbaikan pergerakan indeks setelah sempat mengalami tekanan.
Ia berharap langkah strategis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama BEI dalam mereformasi pasar modal dapat memperkuat transparansi, meningkatkan kepercayaan investor, serta mendukung perkembangan pasar yang lebih sehat.
Menurut dia, investor berpengalaman umumnya tidak hanya berpatokan pada pergerakan harga saham dalam jangka pendek. Mereka juga mempertimbangkan kondisi fundamental, prospek usaha, serta kinerja perusahaan sebelum mengambil keputusan investasi.











