Batik Arios Batam Angkat Motif Gonggong, Produk UMK Binaan Pertamina Tembus Pasar Nasional

Untuk kain berbahan sutra, misalnya, harganya dapat mencapai Rp10 juta. Produk tersebut bahkan sempat digunakan sebagai suvenir bagi Ibu Kapolri.

Namun, perjalanan usaha Arios tidak selalu mudah. Salah satu tantangan terbesar adalah ketersediaan bahan baku yang sebagian masih didatangkan dari Pulau Jawa.

Biaya pengiriman yang tinggi menjadi salah satu beban yang harus diperhitungkan pelaku usaha. Selain itu, cuaca juga berpengaruh langsung terhadap proses produksi karena kain membutuhkan proses pengeringan secara alami.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Indosat HiFi Air Hadir di Sumatera, Hadirkan Internet Rumah Nirkabel Terjangkau

“Kalau hujan, warnanya tidak muncul dengan baik. Sekarang ketika cuaca panas, kami bisa memperbanyak produksi,” tutur Arti.

Meski menghadapi tantangan produksi, pasar Batik Tenun Arios terus berkembang. Produk tersebut tidak hanya dipasarkan di Batam dan Kepulauan Riau, tetapi juga telah mengikuti berbagai kegiatan dan pameran di tingkat nasional.

Karya Arios pernah dibawa dalam berbagai agenda di Jakarta Convention Center. Produk tersebut juga mendapat perhatian dari sejumlah tamu dan pejabat yang berkunjung ke Kepulauan Riau.

Pasarnya bahkan mulai menjangkau luar negeri. Arti menyebut produknya telah dikirim ke Singapura, Malaysia hingga Georgia. Sementara untuk Amerika Serikat, pengiriman masih dilakukan secara terbatas melalui pembawaan langsung.

BACA JUGA:  Pertamina Patra Niaga: Harga Pertamax Series dan Dex Series di Kepri Turun

Di balik perkembangan tersebut, terdapat peran pembinaan dari Pertamina Patra Niaga yang membantu Arios memperkuat kapasitas sebagai usaha mikro dan kecil.

Arti mengenal program Pertamina melalui media sosial. Dari proses seleksi yang diikuti pelaku UMK dari berbagai daerah di Indonesia, usahanya berhasil masuk dalam 20 besar nasional.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *