Batam Tumbuh 6,76 Persen, Pemko Fokus Tingkatkan Serapan Tenaga Kerja

Menurut Amsakar, tingginya minat masyarakat datang ke Batam dipengaruhi oleh persepsi sebagai daerah dengan peluang ekonomi dan lapangan kerja yang menjanjikan.

Namun, kondisi tersebut juga memunculkan sejumlah persoalan, antara lain tingginya migrasi pencari kerja, kesenjangan kompetensi dengan kebutuhan industri, persaingan antara tenaga kerja lokal dan pendatang, serta transformasi industri menuju sektor digital dan manufaktur maju.

Selain itu, masuknya tenaga kerja dengan keterampilan terbatas turut menjadi tantangan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Dapat 'Warisan' Utang Anambas Rp.114 Miliar, Aneng-Raja Bayu Siapkan Skema Pelunasan

Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Kota Batam menjalankan sejumlah program strategis yang difokuskan pada peningkatan kualitas dan penyerapan tenaga kerja.

“Terdapat tiga program utama yang kami jalankan, yaitu perencanaan tenaga kerja, pelatihan kerja dan peningkatan produktivitas, serta penempatan tenaga kerja,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, Pemko Batam juga memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, di antaranya perusahaan swasta, lembaga pelatihan kerja, perguruan tinggi, serta Balai Latihan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan.

Selain itu, kerja sama juga dilakukan dengan perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia, lembaga penyalur pekerja rumah tangga, serta badan usaha yang mendukung pendidikan vokasi.

BACA JUGA:  Pemko dan BP Batam Perkuat Kolaborasi Pastikan Ketersediaan Air Bersih di Mainland

Melalui berbagai upaya tersebut, Amsakar optimistis Batam mampu terus menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja di tengah pertumbuhan ekonomi dan tingginya arus migrasi. (***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *