Batam Siapkan Listrik 3.691 MW untuk Kejar Investasi Data Center

Di sisi lain, PLN Batam memproyeksikan beban puncak listrik meningkat hampir tiga kali lipat dari 2026 hingga 2035.

Pada 2026, beban puncak diproyeksikan mencapai 841 megawatt (MW). Angka tersebut diperkirakan meningkat menjadi 2.540 MW pada 2035.

Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan tersebut, daya mampu pasok direncanakan meningkat hingga 3.691 MW.

Bacaan Lainnya

Menurut Fary, pertumbuhan kebutuhan energi tersebut membuat pendekatan terhadap pengembangan investasi di Batam perlu berubah.

BACA JUGA:  Hyperscale Data Center Telkom Group di Batam Siap Dukung Ekosistem AI, Cloud, dan Big Data Nasional

Batam, kata dia, tidak bisa lagi hanya mengandalkan ketersediaan lahan dan insentif untuk menarik investor. Infrastruktur dan utilitas harus dipastikan siap sebelum investasi berkembang dalam skala besar.

“Batam tidak cukup hanya menawarkan lahan dan insentif. Keunggulan baru kita adalah kepastian, kecepatan, dan kepercayaan,” ujarnya.

Tak Hanya Listrik
Fary mengatakan kebijakan energi di Batam harus memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus investor.

Listrik harus tersedia secara andal dan terjangkau bagi masyarakat. Di saat yang sama, pelayanan air dan infrastruktur pendukung harus mampu menjamin kepastian operasional industri.

Hal tersebut dinilai penting karena industri data center membutuhkan pasokan utilitas yang stabil untuk menjaga keberlangsungan operasionalnya.

BACA JUGA:  Dari Papan Tulis ke Konten Kreatif 'AI' di Kelas, Terpujilah GURU Telkomsel Naikkan Level 1.000 Tenaga Pendidik di Indonesia

“Energi Batam harus siap agar investasi tumbuh dan Batam menjadi pusat ekonomi digital regional,” pungkas Fary.(***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *