Batam Menatap Maju, Pertumbuhan Ekonomi dari Kekuatan Dalam Negeri

“Sekarang zamannya digital. Kantor di luar negeri bukan satu-satunya cara menarik investor. Kita manfaatkan platform digital, forum bisnis, dan kolaborasi antar-pemerintah,” katanya.

BP Batam kini tengah memperluas jejaring global dengan pendekatan komunikasi modern berbasis teknologi. Strategi baru ini diharapkan mampu menjaga visibilitas Batam di mata dunia, tanpa harus bergantung pada kehadiran fisik di luar negeri.

Meski capaian investasi terus meningkat, Amsakar menegaskan bahwa yang menjadi fokus utama bukan hanya angka nominalnya, melainkan kualitas dan keberlanjutan investasi itu sendiri. Setiap proyek, katanya, harus mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah, dan memperkuat sektor produktif daerah.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  BP Batam Genjot Pembangunan Infrastruktur Jalan, 20,3 km Rampung di 2024. '8,1 km di 2025'

“Yang kita jaga adalah keseimbangan. PMA tetap penting, tapi jika PMDN tumbuh kuat, ekonomi Batam akan lebih tangguh menghadapi gejolak global,” ujarnya. “Yang utama, investasi harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan daerah.”

Batam kini berada di persimpangan emas: antara mempertahankan reputasinya sebagai magnet investor asing, dan mengokohkan diri sebagai rumah bagi pengusaha lokal yang semakin percaya diri.

Perubahan ini menunjukkan satu hal penting, dimana ekonomi Batam tak lagi sepenuhnya bergantung pada modal asing. Justru dari tangan-tangan lokal, kota ini menemukan kekuatannya yang baru: kepercayaan diri untuk tumbuh dari dalam negeri sendiri. (Iman Suryanto)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *