Batam di Persimpangan Krisis Sampah, Seruan Perubahan dari Forum Masyarakat Peduli Batam Maju

  1. Kolaborasi Multipihak: Pemerintah Tidak Bisa Bekerja Sendiri

Salah satu poin penting dalam usulan adalah perlunya kolaborasi dari seluruh ekosistem kota.

Forum menekankan bahwa pemerintah, swasta, komunitas lingkungan, serta masyarakat harus duduk dalam forum koordinasi rutin untuk memastikan keselarasan program.

Pelaku industri di Batam juga didorong menerapkan Extended Producer Responsibility (EPR), yaitu tanggung jawab untuk mengelola sampah produk mereka hingga akhir siklus hidupnya.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  ALMI Batam Sampaikan Duka Mendalam atas Tragedi Ledakan di Kapal MT Federal II
  1. Transparansi dan Tata Kelola: Membangun Kepercayaan Publik

Pengelolaan sampah bukan hanya soal teknis, tetapi juga soal tata kelola. FMPBM menyarankan adanya dashboard informasi publik yang memuat data anggaran, rute pengangkutan, hingga capaian program. Dengan transparansi, masyarakat dapat ikut mengawasi dan memberikan masukan.

Audit menyeluruh pun dipandang perlu untuk memastikan tidak ada kebocoran dan semua program berjalan efektif.

  1. Penertiban Sampah Liar: Mengembalikan Martabat Kota

Salah satu titik paling mencolok dari persoalan sampah di Batam adalah banyaknya lokasi pembuangan liar. Beberapa berdiri di tepi jalan, sebagian lagi muncul di kawasan kosong yang luput dari pengawasan.

BACA JUGA:  Polemik Penerapan Fuel Card 5.0 Pertalite di Batam. 'Warga dan Dewan Kompak Tolak'

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *