IDNNEWS.CO.ID, BATAM – Sektor pariwisata Batam dinilai masih memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi daerah, namun membutuhkan terobosan baru agar tumbuh berkelanjutan dan memberi dampak langsung bagi masyarakat.
Kolaborasi lintas sektor melalui konsep Pentahelix disebut sebagai kunci utama untuk memperkuat identitas sekaligus daya saing pariwisata Batam di tingkat regional.
Pendiri Asosiasi Pariwisata Bahari Indonesia sekaligus Direktur Eksekutif Forum Jurnalis Pariwisata (FJP) Kepulauan Riau, Surya Wijaya, menegaskan bahwa pengembangan pariwisata Batam tidak bisa lagi bertumpu pada pola lama.
Menurutnya, hingga kini Batam masih minim destinasi wisata yang mengangkat kearifan lokal dan budaya sebagai kekuatan ekonomi kreatif.
“Wisatawan mancanegara datang ke Batam sebagian besar karena faktor geografis yang dekat dengan Singapura dan Malaysia, bukan karena keunikan destinasi. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang,” ujar Surya dalam pertemuan bersama paguyuban dan pelaku industri pariwisata di Batam.
Surya menjelaskan, konsep Pentahelix melibatkan lima unsur utama, yakni akademisi, pelaku usaha, pemerintah, komunitas, dan media. Sinergi kelima unsur ini dinilai mampu menciptakan ekosistem pariwisata yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal secara merata.
