IDNNEWS.CO.ID, Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa Batam tetap aman dari ancaman kelangkaan beras. Dalam satu tahun terakhir masa kepemimpinannya, ia memastikan tidak ada aktivitas impor komoditas pangan yang masuk ke Batam, sehingga seluruh beras yang beredar merupakan produk dalam negeri.
Amsakar mengungkapkan, klarifikasi ini penting disampaikan menyusul isu terkait pasokan beras menjelang akhir tahun. Ia bahkan dipanggil langsung oleh Menteri Pertanian untuk memberikan penjelasan mengenai kondisi distribusi pangan di Batam.
“Saya sudah cek dokumen di Bea dan Cukai. Tidak ada kegiatan importasi. Komoditas yang beredar di Batam ini murni dari dalam negeri,” tegas Amsakar.
Menindaklanjuti kebutuhan masyarakat, Amsakar meminta dukungan pemerintah pusat untuk memperkuat cadangan beras premium. Respons cepat pun diberikan.
“Pada 26 November 2025, Batam menerima 48 ton beras premium Bifood Sentra Ramos dan Bifood Punogawan,” ujarnya.
Berdasarkan data pengiriman, pasokan tersebut dikirim melalui Tanjung Priok oleh SPP Subang sejak 22 November. Tak lama berselang, gelombang kedua berupa 8 ton tambahan kembali dikirim ke Batam.










