Di sisi lain, Bank Indonesia mengingatkan adanya risiko tekanan inflasi ke depan, terutama akibat fenomena El Nino yang diperkirakan masih berlangsung hingga Oktober 2026, khususnya di wilayah Indonesia bagian timur.
Deputi Gubernur BI, Ricky P. Gozali, menegaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem berpotensi meningkatkan biaya produksi sejumlah komoditas pangan.
“Kita harus waspada, ke depan terutama risiko El Nino diperkirakan lebih kuat hingga Oktober di kawasan timur dan dapat menimbulkan tekanan biaya produksi,” ujarnya.
Menurutnya, BI bersama pemerintah pusat dan daerah akan terus memperkuat langkah pengendalian inflasi, terutama pada komoditas strategis seperti beras, cabai, dan bawang merah.
Meski demikian, tekanan inflasi nasional masih terjaga dalam kisaran target. Inflasi tahunan tercatat menurun dari 3,34% pada Juni menjadi 2,88% pada Juli 2026.
Penurunan terbesar terjadi pada kelompok volatile food yang turun signifikan dari 5,58% menjadi 2,52%.










