Bank Indonesia : Ekonomi Kepri 2025 Tumbuh 6,94 Persen, Tertinggi se-Sumatera

“Kepri mampu bangkit dari tekanan pandemi dan kini berada pada fase ekspansi yang lebih berkualitas, dengan kontribusi ekspor dan investasi yang semakin besar,” jelasnya.

Secara historis, pertumbuhan ekonomi Kepri sempat terkontraksi pada 2020 akibat shock pandemi Covid-19. Namun tren pemulihan terus berlanjut hingga mencapai level pertumbuhan yang solid pada 2025.

Dari sisi struktur pengeluaran, ekspor dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi menjadi motor utama pertumbuhan. Sementara itu, konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang stabilitas permintaan domestik.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Mantan Kepala BI DKI Jakarta, Dilantik Jadi Deputi Gubernur BI

Adapun dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan tetap menjadi tulang punggung ekonomi Kepri, disusul sektor pertambangan, konstruksi, serta perdagangan besar dan eceran.

Rony juga menegaskan, sejumlah faktor pendorong (upside factor) turut menopang kinerja ekonomi Kepri, seperti kebijakan moneter yang lebih akomodatif seiring inflasi yang melandai, peningkatan aktivitas pertambangan migas, implementasi hilirisasi, serta berlanjutnya investasi di kawasan strategis.

Namun demikian, ia juga mengingatkan adanya risiko global yang perlu diantisipasi. “Gejolak geopolitik dan dinamika perdagangan internasional tetap menjadi tantangan. Karena itu, penguatan daya saing dan diversifikasi ekonomi menjadi kunci menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan,” tegasnya.

BACA JUGA:  Era Baru Kepemimpinan Bank Indonesia , Thomas Djiwandono Resmi Dilantik Deputi Gubernur

Untuk menjaga momentum, Bank Indonesia Provinsi Kepri bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terus mendorong hilirisasi sumber daya alam, memperluas konektivitas, memperkuat sektor pariwisata melalui strategi 3A (Atraksi, Aksesibilitas, Amenitas), serta mempercepat digitalisasi sistem pembayaran dan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah.

Dengan pertumbuhan 6,94 persen pada 2025, Kepri menunjukkan ketahanan dan daya saing ekonomi yang semakin solid. Sinergi kebijakan dan penguatan sektor unggulan diharapkan mampu menjaga tren positif tersebut di tengah dinamika ekonomi global. (Iman Suryanto)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *