Berbeda dari nuansa kampung ADS Park, SIREH Edupark (SIREH Park) menawarkan lanskap luas tempat alam, olahraga outdoor, dan edukasi bertemu. Dengan luas 138 hektare, taman ini bagai oasis yang menyatu dengan aktivitas warga Johor.
Faisal Mohd Nor, Ketua Pengurusan SIREH Park, memiliki misi yang lebih besar dari sekadar rekreasi. “Pengunjung boleh menanam pohon di sini,” katanya. “Kami beri label nama mereka. Bila mereka kembali lagi, mereka dapat melihat pohon yang pernah ditanam.”
Konsep ini bukan hanya menyentuh sisi emosional pengunjung, tetapi juga menghadirkan nilai ekologis dan ekonomi. Wisatawan yang datang untuk hiking, bersepeda, atau mencoba ATV, membawa pendapatan bagi pengelola dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Di tengah kekhawatiran dunia terhadap perubahan iklim, SIREH Park menghadirkan narasi baru: bahwa wisata hijau bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan masa depan.
Lanjut ke timur Johor, garis pantai Mersing menjadi destinasi yang memanjakan mata dan menenangkan jiwa. Pulau Rawa dengan pasir putihnya, Banyu Lestari dengan ketenangannya, dan Pulau Batu Batu dengan nuansa resort pribadi menjadi daya tarik kuat wisatawan Indonesia.
Bagi penyedia jasa tur, kawasan laut Johor kini menjadi salah satu “komoditas utama”. Aktivitas snorkeling, diving, hingga berpeluang menyaksikan penyu bertelur menjadikan Mersing sebagai ekowisata berkelas internasional yang tetap terjangkau.










