“Politeknik fokus pada akademik, Asyuk Travel memastikan logistik dan perjalanan mahasiswa berjalan aman dan lancar,” jelas Syed.
Langkah ini diyakini memberi rasa aman bagi orang tua, mengingat durasi magang di Malaysia umumnya berlangsung hingga enam bulan.
BTP sebelumnya telah mengirim mahasiswa ke Malaysia, namun masih menemui kendala terutama pada proses visa. Asyuk Travel hadir sebagai mitra strategis untuk menyederhanakan semua urusan dokumen.
Syed juga menyoroti terbukanya peluang kerja bagi mahasiswa Indonesia. Banyak lulusan hospitaliti di Malaysia memilih bekerja di Singapura, sehingga Johor mengalami kekurangan tenaga kerja terampil.
“Ini peluang nyata bagi mahasiswa Indonesia untuk berkarier setelah magang,” tegasnya.
Selain peluang kerja, faktor budaya turut menjadi pertimbangan. Johor dinilai lebih ramah, khususnya bagi mahasiswa perempuan berhijab, dibandingkan destinasi magang lain seperti Hong Kong. Hal ini membuat banyak orang tua lebih nyaman melepas anak mereka ke Johor.
Pada tahap awal, program akan diprioritaskan untuk mahasiswa Departemen Pelancongan dan Hospitaliti—mulai dari:
1. Kuliner
2. Perhotelan
3. Food and Beverage (F&B)
Kolaborasi Asyuk Travel dan BTP diharapkan menjadi model pengembangan Edu-Tourism yang memperkuat hubungan Indonesia–Malaysia serta meningkatkan kualitas SDM pariwisata di kawasan.
“Kami optimistis kerja sama ini akan melahirkan talenta pariwisata yang berdaya saing internasional,” tutup Syed. (***)









