Penanggung Jawab Program TAMASYA BKKBN Provinsi Kepulauan Riau, Sri Parwanti, menjelaskan bahwa Anak Ceria Daycare berhasil lolos sebagai finalis mewakili Kepri sebelum mengikuti penilaian tingkat regional.
Puncak penjurian dilaksanakan secara virtual pada 25 Mei 2026, di mana pengelola Anak Ceria Daycare, Mislikah, mempresentasikan berbagai inovasi program selama lima menit, kemudian melanjutkan sesi wawancara selama sepuluh menit bersama dewan juri.
Penilaian dilakukan oleh pakar parenting Dra. Elly Risman Musa, S.Psi., Psikolog, Penyuluh Lingkungan Hidup Ahli Madya Dra. Desi Florita Syahril, M.Si, serta Video Journalist ANTARA Erlangga Bragas Prakorsa.
Menurut Sri Parwanti, aspek yang dinilai tidak hanya kelengkapan administrasi dan legalitas operasional daycare, tetapi juga implementasi empat layanan utama TAMASYA, penerapan program cinta lingkungan melalui praktik 3R, keterlibatan anak, pengasuh, dan orang tua, inovasi program, pelatihan lingkungan, hingga kemampuan peserta mempresentasikan seluruh program secara komprehensif.
Ia menjelaskan, lomba ini merupakan bagian dari peringatan Eka Warsa TAMASYA, yang bertujuan membangun kesadaran lingkungan sejak usia dini.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan dalam menerapkan perilaku peduli lingkungan. Selain itu, keterlibatan orang tua dan pengasuh juga semakin meningkat dalam membangun kebiasaan ramah lingkungan, sekaligus tersedianya sarana pendukung lingkungan yang bersih dan sehat di TAMASYA,” jelas Sri Parwanti.
