Sebagai bentuk dukungan nyata, PGN juga memberikan berbagai alat edukatif dan sarana permainan yang dirancang untuk menstimulasi perkembangan motorik, kognitif, sosial, serta emosional anak-anak. Para pengasuh memperoleh pendampingan dan pelatihan sehingga mampu memberikan layanan pengasuhan yang semakin profesional.
“Pendekatan tersebut tidak berhenti pada anak-anak. Orang tua juga dilibatkan melalui program konseling dan edukasi pengasuhan agar memiliki pemahaman yang sama mengenai pentingnya pola asuh positif di lingkungan keluarga,” terangnya.
Secara langsung, program ini telah memberikan manfaat kepada 30 anak usia dini, 16 orang tua yang mengikuti layanan konseling, serta enam pengasuh yang mendapatkan pendampingan psikolog untuk meningkatkan kapasitas dalam memberikan pelayanan terbaik.
Keunikan Program TAMASYA tahun ini terletak pada penguatan tema Cinta Lingkungan.
PGN menggandeng Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Riau, Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, Bank Sampah Mutiara Bersinar, serta Bank Sampah Allium untuk memperkenalkan budaya peduli lingkungan kepada anak-anak sejak usia dini.
Melalui berbagai aktivitas kreatif, anak-anak diajak mengenal pentingnya menjaga kebersihan, memilah sampah, menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) hingga mengolah sampah plastik menjadi berbagai kerajinan sederhana yang bernilai guna.
Metode pembelajaran dikemas dalam bentuk permainan dan aktivitas yang menyenangkan sehingga nilai kepedulian terhadap lingkungan tertanam secara alami dalam keseharian anak.
Konsep tersebut sekaligus membangun kebiasaan positif yang diharapkan terus terbawa hingga mereka dewasa.
