Kepri Perkuat Kompetensi Manajer Koperasi Merah Putih untuk Mendorong Ekonomi Desa Berkelanjutan

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Riau yang juga Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kepri, Riki Rionaldi, S.STP., M.Si
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Riau yang juga Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kepri, Riki Rionaldi, S.STP., M.Si

IDNNEWS.CO.ID, TANJUNGPINANG – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau terus memperkuat kualitas sumber daya manusia pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis desa dan kelurahan yang lebih produktif serta berkelanjutan.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Kepulauan Riau, Riki Rionaldi, S.STP., M.Si.,saat di hubungi KE Groups pada Sabtu (1/8/2026) mengatakan bahwa, Camp Diklat SPPI Manajer KDKMP menjadi tahap awal dalam mencetak manajer koperasi yang profesional melalui pembekalan karakter, bela negara, serta kompetensi manajerial.

Materi yang diberikan meliputi filosofi dan regulasi koperasi, tata kelola kelembagaan, manajemen operasional dan aset, penyusunan model bisnis, pemasaran berkelanjutan, perencanaan bisnis, akuntansi, perpajakan, laporan keuangan, manajemen risiko, akses pembiayaan, digitalisasi koperasi, pengawasan kesehatan koperasi, kewirausahaan hingga kepemimpinan visioner.

Bacaan Lainnya

Setelah mengikuti pelatihan, seluruh peserta menjalani uji kompetensi sebagai syarat memperoleh Sertifikat Manajer KDKMP. Sertifikasi tersebut bertujuan memastikan para manajer memiliki kompetensi yang diakui secara profesional dalam mengelola koperasi sesuai standar yang berlaku.

Meski demikian, hasil evaluasi pasca-uji kompetensi menunjukkan masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperkuat agar koperasi mampu berkembang menjadi entitas bisnis yang sehat dan mampu bersaing.

Riki menjelaskan, sebagian besar peserta telah memiliki kerangka berpikir bisnis. Namun, kemampuan tersebut masih perlu diasah agar mampu diterjemahkan menjadi strategi usaha yang konkret dan menghasilkan nilai ekonomi.

Selain itu, kemampuan membaca pasar juga masih menjadi perhatian. Para manajer dinilai perlu meningkatkan kemampuan dalam mengidentifikasi kebutuhan pelanggan, potensi pasar, tingkat persaingan hingga memastikan keberlanjutan permintaan terhadap produk dan jasa koperasi.

Pos terkait