Salah satu indikator yang disorot adalah kinerja ekonomi Batam pada semester I 2026. Pertumbuhan ekonomi Batam tercatat sebesar 7,28 persen. Sementara itu, realisasi investasi berdasarkan metode bottom-up mencapai Rp38,97 triliun, meningkat 62,75 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Di sektor infrastruktur, BP Batam mengakselerasi 74 pengembangan infrastruktur dan melakukan pemeliharaan di 182 titik yang tersebar di sembilan kecamatan. Pekerjaan tersebut mencakup perbaikan jalan, normalisasi saluran, serta penanganan genangan.
Upaya ini menjadi bagian dari penguatan infrastruktur perkotaan untuk mendukung aktivitas ekonomi sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat.
Selain pembangunan fisik, BP Batam juga mengembangkan inovasi digital untuk memperkuat pelayanan kepada pelaku usaha melalui Digital Dashboard Investasi.
Platform yang dapat diakses melalui investinbatam.bpbatam.go.id tersebut memungkinkan pelaku usaha menyampaikan kendala secara langsung, memantau tindak lanjut, serta memperoleh respons yang dapat dipantau secara real time.
Inovasi ini diarahkan untuk meningkatkan responsivitas pelayanan sekaligus mendukung terciptanya iklim investasi yang lebih kompetitif.
Pada sektor logistik, Batam juga mendapat perhatian melalui catatan UN Trade and Development (UNCTAD) yang menempatkan Batam pada peringkat keenam dalam daftar 10 pelabuhan dengan pertumbuhan konektivitas tertinggi di dunia.













