Akhirnya! Pulau-Pulau Terpencil Kepri Bakal Terang 24 Jam Berkat PLTS

IDNNEWS.CO.ID, BATAM – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mempercepat pemerataan akses energi hingga ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal.

Program yang merupakan bagian dari roadmap pembangunan PLTS 2025–2027 melalui kerja sama dengan PT PLN (Persero) itu diarahkan untuk menghadirkan layanan listrik 24 jam berbasis energi bersih di puluhan pulau dan dusun berpenghuni.

Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura mengatakan penyediaan listrik menjadi salah satu fondasi penting dalam mendorong pemerataan pembangunan di wilayah kepulauan.

Bacaan Lainnya

“Listrik adalah kebutuhan dasar masyarakat. Melalui program PLTS komunal isolated ini, kami ingin memastikan tidak ada lagi warga di pulau-pulau terpencil yang kesulitan mendapatkan akses listrik,” kata Nyanyang.

Menurut dia, pemerintah daerah memprioritaskan penerangan wilayah hinterland selama 24 jam sekaligus mendorong penggunaan energi terbarukan sebagai bagian dari transisi menuju energi yang lebih bersih.

“Prioritas kita adalah menerangi wilayah hinterland 24 jam penuh sekaligus mendorong transisi energi hijau di Kepri,” ujarnya.

Investasi Hampir Rp500 Miliar

Berdasarkan data UP2K PLN Kepri, investasi yang disiapkan untuk pembangunan PLTS pada 2026 dan 2027 mencapai lebih dari Rp489 miliar.

Investasi tersebut dialokasikan untuk membangun pembangkit di puluhan lokasi dengan sasaran ribuan calon pelanggan yang tersebar di sejumlah wilayah kepulauan, mulai dari Kabupaten Lingga, Kota Batam, Kabupaten Karimun, Kabupaten Bintan hingga Kabupaten Kepulauan Anambas.

Pada 2026, pembangunan PLTS direncanakan mencakup 31 lokasi pulau dan dusun dengan total kapasitas mencapai 2.770 kWp.

Program tersebut ditargetkan melayani sekitar 2.625 pelanggan, dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp263,4 miliar. Seluruh pembangkit yang dibangun ditargetkan mampu menyediakan listrik selama 24 jam nonstop.

Sementara pada 2027, pembangunan dilanjutkan di 23 lokasi dengan total kapasitas 1.535 kWp. Jumlah calon pelanggan yang ditargetkan mencapai 1.407 pelanggan, dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp225,85 miliar.

Dengan demikian, selama dua tahun tersebut terdapat 54 lokasi yang menjadi sasaran pembangunan PLTS dengan total kapasitas sekitar 4.305 kWp dan potensi melayani lebih dari 4.000 pelanggan.

Pulau Terpencil Jadi Prioritas

Pada tahap pembangunan 2026, sejumlah lokasi mendapatkan alokasi kapasitas pembangkit cukup besar.

Pos terkait