IDNNEWS.CO.ID, BATAM – Kinerja Terminal Peti Kemas (TPK) Batu Ampar, Batam, menunjukkan lonjakan signifikan pada awal 2026. Dalam periode Januari hingga Mei 2026, jumlah kunjungan kapal direct call internasional tercatat melonjak hingga 212 persen, dari 34 kunjungan menjadi 106 kunjungan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Tidak hanya itu, arus volume peti kemas juga mengalami peningkatan tajam sebesar 125 persen, mencapai 58.237 TEUs, menegaskan posisi Batam sebagai salah satu simpul logistik yang semakin diperhitungkan di kawasan regional.
Direktur PT Batam Terminal Petikemas, Capt. Basori Alwi, menyebut pertumbuhan pesat ini tidak terlepas dari transformasi besar yang dilakukan perusahaan, baik dari sisi infrastruktur maupun sistem operasional.
“Transformasi fasilitas yang lebih modern serta sistem yang terintegrasi membuat layanan kami semakin efisien dan kompetitif di mata pelayaran global,” ujarnya saat merespon pertanyaan KE Groups pada Senin (24/8/2026).
Menurutnya, peningkatan ini juga mencerminkan meningkatnya kepercayaan pasar internasional terhadap layanan bongkar muat di TPK Batu Ampar.
Lonjakan kinerja tersebut turut didorong oleh ekspansi kerja sama dengan sejumlah perusahaan pelayaran dunia. Saat ini, layanan direct call TPK Batu Ampar didukung oleh mitra global seperti SITC, Evergreen, Samudera, dan Cosco Shipping Line.
Masuknya pemain baru serta peningkatan frekuensi pelayaran eksisting menjadi faktor utama yang memperkuat konektivitas Batam dengan pasar internasional.
Dengan skema direct call ini, distribusi logistik menjadi lebih cepat karena tidak lagi bergantung pada pelabuhan transit di negara lain.
Terhubung ke 7 Negara Asia
Saat ini, TPK Batu Ampar telah terhubung langsung dengan berbagai pelabuhan utama di 7 negara Asia, antara lain China, Malaysia, Vietnam, Singapura, Thailand, Myanmar, dan Kamboja.
Konektivitas ini memperluas jangkauan pasar ekspor-impor sekaligus menekan biaya logistik bagi pelaku usaha di Batam dan sekitarnya.
Capt. Basori menegaskan, capaian ini menjadi bukti bahwa Batam tidak lagi sekadar menjadi titik transit, melainkan telah bertransformasi menjadi gerbang logistik strategis di Selat Malaka.
“Batam kini berada di jalur utama perdagangan internasional. Ini momentum untuk memperkuat posisi sebagai pusat distribusi regional,” tegasnya.
Dengan tren pertumbuhan yang terus positif, TPK Batu Ampar diproyeksikan akan semakin berperan penting dalam mendukung arus perdagangan Indonesia, khususnya di kawasan barat.(iman suryanto)
