Airlangga menyebut proyeksi fundamental ekonomi Indonesia pada 2026 berada dalam tren positif. Sejumlah indikator kunci menunjukkan penguatan signifikan, terutama di sektor konsumsi, investasi, dan belanja pemerintah.
Mandiri Spending Index pada November 2025 tercatat 312, melewati ambang normal di level 300. Angka ini menandakan aktivitas konsumsi rumah tangga terus menguat, bahkan melampaui ekspektasi pada akhir tahun.
Sepanjang Januari–September 2025, realisasi investasi mencapai Rp1.434 triliun, tumbuh 13,7% (yoy). Pertumbuhan ini, menurut Airlangga, akan semakin terasa dampaknya memasuki 2026 ketika berbagai proyek strategis dan investasi sektor antara mulai beroperasi dan menyerap tenaga kerja.
Hingga 24 November, realisasi belanja kementerian/lembaga telah mencapai Rp1.109 triliun, sementara belanja program prioritas Presiden menyentuh Rp213 triliun. Percepatan ini diharapkan menciptakan dorongan fiskal yang kuat pada akhir 2025 dan menjadi landasan pertumbuhan lebih solid tahun depan.
Dari sisi moneter, Bank Indonesia dinilai berperan signifikan menjaga momentum ekonomi. Sepanjang 2025, BI telah memangkas suku bunga acuan sebesar 125 basis point, hingga mencapai 4,75%.
Kebijakan suku bunga rendah tersebut berhasil mendorong penyaluran kredit perbankan dan aktivitas belanja masyarakat. Airlangga menyebut langkah ini sebagai sinyal kuat dukungan moneter untuk pemulihan ekonomi yang lebih cepat.










