Air Jadi Penopang Investasi Batam, BP Batam Perkuat Infrastruktur dari Hulu hingga Hilir

Anggota/Deputy Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait
Anggota/Deputy Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait

“Kondisi geografis menjadi salah satu faktor yang memengaruhi distribusi air. Sejumlah wilayah berada di kawasan berbukit dengan elevasi tinggi dan berada di ujung jaringan pipa. Kondisi ini, membuat kawasan-kawasan itu lebih sensitif terhadap penurunan tekanan air, terutama saat jam puncak pemakaian maupun ketika terjadi gangguan teknis seperti kebocoran pipa,” tegasnya.

Untuk itu, BP Batam menargetkan sejumlah proyek penguatan sistem air memasuki tahap operasional pada akhir September 2026.

Integrasi tangki utama pada segmen Sukajadi-M3G dan Ozon–Bukit Senyum ditargetkan selesai dan beroperasi pada akhir September. Infrastruktur tersebut diharapkan memperkuat suplai ke Bengkong, Tanjung Sengkuang, Batu Merah, Jodoh dan sekitarnya.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  BP Batam Percepat Peningkatan Jalan Gajah Mada, Progres Capai 39,19 Persen

Sementara itu, perubahan rezim jalur distribusi melalui switching dan koneksi pipa quick win dilakukan secara bertahap sejak April hingga akhir 2026, terutama di wilayah yang masih memiliki durasi aliran lebih pendek.

“Untuk jangka panjang, BP Batam mengandalkan kombinasi pengembangan sumber air baku, penerapan SWRO untuk kebutuhan industri, serta rencana pembangunan Waduk Galang Baru,” tambahnya.

Strategi tersebut diarahkan untuk memperkuat kemandirian air Batam sekaligus menjaga kapasitas infrastruktur dasar dalam menghadapi pertumbuhan ekonomi dan investasi ke depan.

Dengan pendekatan tersebut, pembenahan sistem air Batam tidak hanya diarahkan untuk menyelesaikan persoalan distribusi di tingkat masyarakat, tetapi juga membangun fondasi infrastruktur yang mampu mengikuti perkembangan kota dan kebutuhan sektor industri.

BACA JUGA:  Terima Sertifikat Hak Milik, Warga Rempang Apresiasi Komitmen Presiden Prabowo dan BP Batam

“BP Batam akan Dan siap melakukan pembenahan. mulai dari hulu, melalui penambahan kapasitas pengolahan dan pengamanan sumber air baku, hingga hilir melalui penguatan jaringan distribusi,” tutupnya. (Iman Suryanto)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *