Penguatan sistem air menjadi semakin penting seiring rencana pengembangan investasi dan pertumbuhan penduduk Batam.
Karena itu, BP Batam juga merencanakan pembangunan waduk baru dari pulau lain sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat ketersediaan air baku.
Pada sisi distribusi, sejumlah proyek infrastruktur juga terus dikerjakan. BP Batam membangun segmen pipa Central Sukajadi–Awal Bros (M3G) serta segmen Simpang Jam–Tangki Ozon–Bukit Senyum.
Progres segmen Simpang Jam–Tangki Ozon–Bukit Senyum telah melampaui 91 persen. Jaringan tersebut ditujukan untuk memperkuat pasokan ke Bengkong, Tanjung Sengkuang, Batu Merah, Jodoh dan kawasan sekitarnya.
BP Batam juga menjalankan program quick win dengan mengoptimalkan kontrol valve dan pompa untuk menopang jaringan sekunder dan tersier.
Program ini ditujukan untuk meningkatkan durasi aliran air di kawasan yang sebelumnya mengalami aliran kurang dari empat jam. Secara bertahap, durasi tersebut ditargetkan dapat meningkat menjadi 8 hingga 12 jam.
“Selain pembangunan fisik, BP Batam melakukan rekayasa distribusi melalui sistem switching. Langkah tersebut dilakukan dengan menata kembali keseimbangan tekanan air dan mengalihkan pasokan dari tangki utama ke wilayah yang membutuhkan, dengan volume mencapai puluhan hingga ratusan liter per detik,” terang Tuty, panggilan akrabnya.
Meski pembangunan infrastruktur terus berjalan, BP Batam masih memetakan sejumlah kawasan yang menjadi stress area dalam sistem distribusi air.
Wilayah tersebut mencakup Tiban, Tanjung Uma, Baloi, Bengkong, Tanjung Sengkuang, Batu Merah, Jodoh hingga kawasan permukiman padat di Batu Aji dan Sagulung.











