OJK Dorong Generasi Muda Tingkatkan Literasi Keuangan Syariah Lewat ISFO 2026

IDNNEWS.CO.ID, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia dengan mendorong peningkatan pemahaman generasi muda terhadap prinsip, produk, dan layanan keuangan syariah.

Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai program edukasi yang interaktif dan relevan dengan karakteristik generasi muda. Salah satunya melalui penyelenggaraan Indonesia Sharia Forum Olympiad (ISFO) 2026 sebagai wadah pembelajaran, kompetisi, dan pengembangan kapasitas generasi muda di bidang keuangan syariah.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono mengatakan, ISFO tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana bagi peserta untuk mengasah pengetahuan dan menerapkan pemahaman keuangan syariah dalam kegiatan ekonomi.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  OJK Terbitkan Dua POJK BMKS pada 17 September 2026, Ini Aturannya

Hal tersebut disampaikannya dalam Puncak Indonesia Sharia Olympiad 2026 bertema “Learn, Innovate, Elevate” yang digelar di Aula Kemendikdasmen, Jakarta, Kamis (24/9).

“Melalui lomba cerdas cermat keuangan syariah, para peserta mengasah pengetahuan dan pemahaman mereka. Melalui kompetisi Wirausaha Muda Syariah, pemahaman tersebut diterapkan menjadi gagasan, inovasi, dan kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Dicky.

Dicky menjelaskan, ISFO 2026 diikuti 11.952 peserta yang tergabung dalam 4.030 tim dari seluruh Indonesia. Dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah peserta meningkat sekitar 12 persen, sedangkan jumlah tim meningkat sekitar 15 persen.

Menurutnya, peningkatan tersebut mencerminkan antusiasme generasi muda untuk belajar, mengasah kemampuan, sekaligus berkontribusi dalam meningkatkan literasi keuangan syariah di Indonesia.

BACA JUGA:  Lindungi Masyarakat dari Penipuan Digital, IM3 Perkenalkan Fitur SATSPAM

Dicky menegaskan, nilai utama dari kompetisi tersebut bukan semata-mata menjadi juara, melainkan proses pembelajaran yang telah dilalui para peserta.

Ia berharap lahir generasi muda yang CAKAP, yakni memahami keuangan; BIJAK, mampu memilih sesuai kebutuhan dan kemampuan; PRODUKTIF, mampu menciptakan nilai tambah dan mendorong pertumbuhan ekonomi; serta TERLINDUNGI, dengan memahami hak dan risiko, bertransaksi secara aman, melindungi data pribadi, serta mengenali berbagai bentuk penipuan dalam ekosistem keuangan digital.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Abdul Mu’ti mengatakan Indonesia memiliki modal sosial yang besar berupa generasi muda Muslim yang berpendidikan, kreatif, produktif, dermawan, dan memiliki idealisme kuat.

BACA JUGA:  Satgas PASTI dan Polda Sumut Berhasil Ungkap Kasus Penipuan Keuangan Rp254 Juta

“Potensi inilah yang akan menjadi penggerak utama perkembangan ekonomi syariah Indonesia di masa depan,” kata Abdul Mu’ti.

Menurutnya, ekonomi syariah bukan sekadar akumulasi kekayaan pada segelintir orang, melainkan berkaitan dengan distribusi manfaat ekonomi yang dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

Namun, salah satu tantangan ke depan adalah memperluas inklusi ekonomi syariah kepada seluruh lapisan masyarakat.

Abdul Mu’ti mengajak generasi muda untuk terus belajar, berkreasi, dan mengembangkan diri. Ia juga berharap generasi muda mampu mengelola keuangan secara bijak, membangun usaha produktif, serta menciptakan nilai tambah bagi bangsa dan negara.

Sementara itu, Menteri Koperasi Republik Indonesia sekaligus Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Ferry Juliantono mengatakan koperasi dapat menjadi salah satu alternatif badan usaha yang relevan bagi generasi muda.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *