Kepri Dorong UMKM Go Global, Buyer Myanmar Serius Gandeng Perajin Eco Print dan Busana Muslim

IDNNEWS.CO.ID, BATAM — Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mendorong perluasan pasar internasional bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui Kepri International Business Forum 2026 yang digelar di Harmoni One Batam.

Forum yang berlangsung pada 22-24 September 2026 tersebut menjadi ajang mempertemukan pelaku UMKM binaan daerah dengan calon pembeli dari berbagai negara. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari ASEAN Business Forum yang digelar sebelumnya.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Kepri, Riki Rionaldi, mengatakan agenda utama pada hari terakhir forum diarahkan pada business matching antara buyer luar negeri dengan UMKM yang telah melalui proses pendampingan dan kurasi.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  LPG 3 Kg Bakal Lebih Tepat Sasaran, Pertamina Patra Niaga Manfaatkan Data NIK Dukcapil

“Jadi hari ini masih berlangsung business matching antara buyer luar negeri dengan produk binaan dinas yang sudah dilakukan pendampingan dan kurasi selama beberapa bulan melalui Inkubasi Bisnis Merah Putih,” kata Riki saat dihubungi KE Group pada Kamis (24/9/2026) pagi.

Menurut dia, terdapat buyer dari 10 negara yang hadir dalam rangkaian forum. Selain berperan sebagai calon pembeli, sejumlah perwakilan negara tersebut juga dihadirkan sebagai pembicara untuk membagikan pengalaman dan strategi pengembangan bisnis.

Riki menjelaskan, pendekatan yang dilakukan Pemprov Kepri dalam forum tersebut bukan sekadar menghadirkan produk UMKM untuk dipamerkan. Pemerintah daerah berupaya mempertemukan produk yang telah dikurasi dengan buyer yang memiliki potensi pasar.

BACA JUGA:  Melayu Raya Pertanyakan Keseriusan Kejari Ungkap Kasus Bonsai yang Libatkan Istri Bupati Lingga

“Jadi kita melalui Inkubasi Bisnis Merah Putih itu fokus pada mendatangkan buyer. Jadi bukan kita yang membeli dari produk mereka,” ujarnya.

Dia menyebut sekitar 90 persen booth yang difasilitasi dalam business matching tersebut merupakan produk UMKM Kepri yang diarahkan untuk pasar luar negeri. Sementara sebagian lainnya merupakan produk UMKM dari negara peserta yang memiliki peluang untuk dipasarkan di Kepulauan Riau melalui distributor binaan Inkubasi Bisnis Merah Putih.

Buyer Myanmar Mulai Melirik Produk UMKM Kepri

Perkembangan positif mulai terlihat dalam business matching tersebut. Riki mengungkapkan buyer asal Myanmar menunjukkan minat serius terhadap produk UMKM Kepri.

BACA JUGA:  Wagub Kepri Nyanyang Dorong UMKM Tembus Pasar Internasional Lewat Kepri International Business Forum 2026

Berdasarkan laporan yang diterimanya pada pagi hari, buyer Myanmar berencana menjalin kerja sama kontrak dengan UMKM Kepri dari dua segmen, yakni produk eco print serta busana muslim.

“Buyer dari Myanmar itu berminat serius dan akan membuat kerja sama kontrak dengan UMKM kita dari dua segmen, yaitu segmen eco print dan busana pakaian muslim dari beberapa brand,” kata Riki.

Riki menyebut perkembangan tersebut menjadi indikasi awal bahwa business matching mulai menghasilkan peluang transaksi konkret bagi pelaku UMKM.

“Sudah pecah telur dari Myanmar kepada UMKM Kepri yang segmen eco print dan UMKM Kepri yang segmen pakaian muslim,” ujarnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *