Prabowo Ungkap Rusal Siap Investasi Besar-besaran di Indonesia, Bangun Fasilitas Pengolahan

IDNNEWS.CO.ID, VLADIVOSTOK, 4 September 2026 — Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan raksasa aluminium Rusia, United Company Rusal (Rusal), akan melakukan investasi besar-besaran di Indonesia.

Prabowo mengatakan, Rusal akan bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan dalam negeri untuk membangun fasilitas pengolahan di Indonesia. Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hilirisasi dan pengembangan industri di Tanah Air.

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Universitas Federal Timur Jauh (FEFU), Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).

Bacaan Lainnya

“Kami juga telah melangkah sangat jauh di bidang pemrosesan misalnya, pertambangan, seperti kami bekerja sama dengan perusahaan besar, saya pikir entitas aluminium terbesar di dunia, Rusal. Rusal akan hadir besar-besaran di Indonesia, membangun fasilitas pengolahan bersama grup-grup Indonesia,” ujar Prabowo.

BACA JUGA:  PLN Batam Raih Penghargaan Commendation for the Best Disclosure of Human Capital pada ASRRAT 2025

Prabowo menegaskan pemerintah Indonesia menantikan semakin banyak kerja sama antara Rusia dan Indonesia pada masa mendatang. Selain kerja sama di sektor hilirisasi, pemerintah juga membuka peluang investasi Rusia di sektor minyak dan gas bumi (migas).

Prabowo Tawarkan 138 Blok Migas ke Rusia

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia telah menawarkan sebanyak 138 blok migas eksplorasi kepada perusahaan-perusahaan Rusia.

Menurut Prabowo, Indonesia tidak secara langsung membutuhkan pasokan gas dari Rusia. Namun, Indonesia membutuhkan teknologi serta kerja sama pengembangan sektor migas dengan Rusia.

“Kami sekarang memiliki banyak LNG [gas alam cair], jadi di beberapa bagian sebenarnya kami tidak secara langsung katakanlah membutuhkan gas Rusia, tetapi teknologi Rusia, pengembangan bersama. Kami sangat terbuka,” katanya.

BACA JUGA:  Jika Jabat Pemimpin Kepri, HM Rudi Akan Selalu Berkunjung dan Tak Akan 'Anak Tirikan' Natuna

Prabowo menambahkan, pemerintah telah menyampaikan kepada mitra Rusia bahwa Indonesia saat ini membuka 138 blok eksplorasi untuk sektor energi.

“Kami baru saja memberikan informasi kepada mitra Rusia kami bahwa Indonesia kini telah membuka 138 blok eksplorasi untuk energi, dan kami mengundang grup Rusia, korporasi Rusia dengan teknologi mereka di 138 blok ini. Jadi diskusinya berjalan sangat baik,” ujar Prabowo.

Dorong Hilirisasi dan Transfer Teknologi

Penawaran investasi pada 138 blok migas serta kerja sama hilirisasi dengan Rusal menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi dan mempercepat industrialisasi di Indonesia.

BACA JUGA:  BP Batam Apresiasi Keberhasilan PT Mc Dermott Bawa Proyek Baru

Kerja sama tersebut juga diharapkan dapat membuka peluang transfer teknologi dari mitra strategis Rusia, sekaligus meningkatkan kapasitas industri nasional.

Masuknya investasi Rusal melalui pembangunan fasilitas pengolahan bersama perusahaan Indonesia dinilai sejalan dengan agenda pemerintah dalam mendorong pengolahan sumber daya alam di dalam negeri.

Sementara itu, pembukaan peluang investasi pada 138 blok migas memberikan ruang bagi perusahaan Rusia untuk berpartisipasi dalam pengembangan sektor energi Indonesia melalui teknologi dan keahlian yang dimiliki.

Pemerintah berharap kerja sama Indonesia dan Rusia dapat terus berkembang, baik di sektor pertambangan dan hilirisasi maupun energi, sehingga memberikan kontribusi terhadap penguatan industri nasional dan perekonomian Indonesia.

SUMBER: BISNIS INDONESIA

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *