Potensi Kelapa hingga Rumput Laut Lingga Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Kepri

IDNNEWS.CO.ID, BATAM – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) mendorong penguatan sektor pertanian dan bahari di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau (Kepri), sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi daerah.

Dorongan tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I DPD HKTI Kepri yang digelar di Hotel Aston Batam, Senin (31/8/2026).

Perwakilan HKTI Kabupaten Lingga, Mulyono, mengatakan daerahnya memiliki potensi ekonomi yang cukup besar, mulai dari perkebunan, tanaman pangan, hortikultura hingga sektor perikanan dan kelautan.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Dede Yusuf Minta Pemerataan Manfaat FTZ di Kepri: Jangan Hanya Batam yang Diuntungkan

Menurut dia, komoditas kelapa, kelapa sawit, dan sagu menjadi salah satu sektor perkebunan yang dapat terus dikembangkan untuk mendorong perekonomian masyarakat.

Selain perkebunan, pengembangan tanaman pangan juga menjadi perhatian. HKTI Lingga turut mengawal program pemerintah di sektor persawahan, termasuk program Padi Makmur Adil Aman Sejahtera (PMAAS) serta pengembangan lahan sawah yang luasnya mendekati 100 hektare.

“Potensi yang ada di Lingga cukup besar, baik pertanian maupun bahari. Yang perlu kita lakukan adalah bagaimana potensi tersebut bisa dikelola dan memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi petani dan masyarakat,” kata Mulyono dalam forum Rakerda.

BACA JUGA:  Ombudsman Kepri Surati Bupati Karimun Beri Saran Perbaikan Pelayanan di RSUD Tanjung Batu

Di sektor hortikultura, pengembangan buah dan sayuran dinilai memiliki peluang untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal sekaligus dipasarkan ke daerah lain melalui jalur antarpulau.

Sementara itu, sektor bahari juga menyimpan peluang ekonomi yang tidak kalah besar. Pengembangan rumput laut, budidaya teripang, hingga ikan kakap putih menjadi sejumlah komoditas yang tengah didorong.

Mulyono menyebut terdapat kawasan tambak dengan luasan sekitar 200 hektare yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Selain itu, program rehabilitasi tambak juga berjalan dengan potensi nilai investasi mencapai sekitar Rp3,5 miliar.

Saat ini, sebanyak delapan tambak sedang dalam proses rehabilitasi.

Namun, pengembangan sektor pertanian dan bahari di Lingga masih menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya aksesibilitas transportasi, ketersediaan fasilitas pendukung, kapasitas sumber daya manusia (SDM), serta jaringan dan proses pemasaran produk.

BACA JUGA:  OJK Wajibkan Bank Lebih Transparan, Aturan Baru Berlaku Februari 2026

Karena itu, HKTI menilai penguatan kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi penting untuk memastikan potensi ekonomi tersebut dapat berkembang secara berkelanjutan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *