Rakerda HKTI Kepri 2026, Strategi Perkuat Rantai Pasok dan Kendalikan Inflasi Pangan

IDNNEWS.CO.ID, BATAM – Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPD HKTI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I di Hotel Aston Batam, Senin (31/8/2026), dengan fokus memperkuat konsolidasi organisasi serta membangun kolaborasi lintas sektor guna mewujudkan ketahanan pangan daerah.

Rakerda mengusung tema “Memperkuat Konsolidasi, Membangun Kolaborasi, Mewujudkan Ketahanan Pangan Kepri” dengan semangat “Bersatu, Bergerak, Berdampak”.

Kegiatan ini dihadiri langsung Ketua DPD HKTI Kepri yang juga Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Wagub Kepri Nyanyang Kunjungi Natuna, Fokus Perkuat Pembangunan Wilayah Perbatasan

Dalam arahannya, Nyanyang menegaskan bahwa sektor pertanian memegang peran vital dalam menjaga stabilitas ekonomi, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan bahan pokok masyarakat.

“Sekitar 70 hingga 75 persen kebutuhan hidup masyarakat sangat bergantung pada sektor pertanian. Tanpa petani dan rantai pasok pangan yang kuat, kota tidak akan mampu bertahan,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa keberadaan petani menjadi fondasi utama dalam menjaga ketersediaan pangan, termasuk dalam mengendalikan inflasi komoditas strategis seperti cabai.

Upaya penguatan juga dilakukan melalui pemanfaatan pertanian skala rumah tangga, seperti penanaman cabai di pekarangan.

Namun demikian, Nyanyang mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi petani, terutama terkait akses pembiayaan, ketersediaan bibit dan pupuk, serta kepastian pasar pascapanen.

BACA JUGA:  Hari Marwah Ke-24, Wagub Kepri Tegaskan Pembangunan Berkeadilan. 'BP3KR Serahkan 10 Maklumat Strategis'

“Petani sering kali menghadapi siklus yang sama: setelah panen harus memikirkan modal lagi, bibit lagi, pupuk lagi, hingga pemasaran. Ini yang harus kita carikan solusi bersama melalui kolaborasi,” katanya.

Untuk itu, HKTI Kepri mendorong sinergi berkelanjutan antar pengurus di tingkat kabupaten/kota serta memperkuat kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan pelaku usaha.

Selain itu, HKTI juga tengah menyiapkan integrasi data petani secara menyeluruh di tingkat provinsi. Nyanyang menyebut, sekitar 15 ribu data petani akan dihimpun dan diintegrasikan dalam sistem dashboard guna mendukung perencanaan dan distribusi pangan yang lebih efektif.

Data tersebut nantinya akan dimanfaatkan untuk memperkuat peran HKTI sebagai penyalur hasil pertanian ke berbagai program strategis, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, hingga Koperasi Kampung Merah Putih.

BACA JUGA:  Wagub Kepri Resmi Buka Sidang MPL PGIW Kepri, Perkuat Kerukunan Umat Beragama

Tak hanya itu, HKTI juga diarahkan untuk mendukung kebutuhan pangan bagi program Sekolah Rakyat yang tengah dikembangkan pemerintah. Tahun ini, pembangunan Sekolah Rakyat direncanakan di tiga wilayah Kepri, yakni Natuna, Anambas, dan Lingga.

“Ke depan jumlah Sekolah Rakyat akan terus bertambah. Ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi HKTI untuk memastikan pasokan pangan yang stabil dan berkualitas,” ujar Nyanyang.

Melalui Rakerda ini, HKTI Kepri diharapkan mampu memperkuat peran strategisnya dalam membangun ekosistem pertanian yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, sekaligus menjadi garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan daerah di tengah dinamika ekonomi global.(Iman Suryanto)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *