BP Batam Optimistis Perluasan FTZ Jadi 22 Pulau Dorong Lonjakan Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait
Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait

IDNNEWS.CO.ID, BATAM – Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Singapura kembali memperkuat kemitraan ekonomi strategis melalui pertemuan The 16th Indonesia-Singapore Six Bilateral Economic Working Groups Ministerial Meeting (6WG MM).

Salah satu hasil penting dari pertemuan tersebut adalah kesepakatan untuk memperluas kawasan Free Trade Zone (FTZ) Batam dari sebelumnya hanya mencakup delapan pulau menjadi 22 pulau.

Kesepakatan yang dicapai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Wakil Perdana Menteri Singapura sekaligus Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Gan Kim Yong, tersebut dinilai menjadi langkah besar dalam memperkuat daya saing kawasan Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) sebagai pusat investasi dan industri unggulan Indonesia.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Lonjakan Trafik Nataru Diantisipasi, Indosat Optimalkan Lebih 2.800 Sites di Sumatra

Perluasan FTZ tersebut diyakini akan membuka peluang lebih besar bagi pengembangan kawasan industri, logistik, manufaktur, energi hijau, ekonomi digital, hingga sektor pariwisata yang selama ini menjadi fokus kerja sama kedua negara.

Salah satu kawasan yang menjadi perhatian dalam perluasan FTZ ini adalah Pulau Tanjung Sauh, yang selama beberapa tahun terakhir dipersiapkan sebagai kawasan pengembangan industri dan logistik baru di Batam.

Masuknya Tanjung Sauh dalam cakupan FTZ dipandang sebagai katalis penting untuk menarik investasi berskala besar sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai gerbang perdagangan internasional di kawasan Selat Malaka.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *