Inflasi Kepri Februari 2026 Capai 3,54 Persen, BI Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Harga

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto

IDNNEWS.CO.ID, BATAM – Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Februari 2026 tercatat mengalami inflasi sebesar 0,44 persen (month to month/mtm), berbalik arah dibandingkan Januari 2026 yang mengalami deflasi 0,09 persen (mtm).

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), secara tahunan inflasi Kepri tercatat sebesar 3,54 persen (year on year/yoy), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 2,94 persen (yoy). Meski demikian, inflasi Kepri masih lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang sebesar 4,76 persen (yoy).

Kepri juga tercatat sebagai provinsi dengan inflasi tahunan terendah kelima secara nasional dan terendah ketiga di wilayah Sumatera.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Kampanye Dialogis di Anambas, Muhammad Rudi Siap Wujudkan Pembangunan Inklusif Berkeadilan

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri, Rony Widijarto saat ditemui awak media pada Selasa (3/3/2026) mengatakan bahwa, tekanan inflasi Februari terutama dipicu oleh kenaikan harga komoditas tertentu di tengah dinamika global dan meningkatnya konsumsi masyarakat.

“Inflasi Februari terutama didorong oleh kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mengalami inflasi 2,10 persen (mtm) dengan andil 0,16 persen. Kenaikan ini utamanya disebabkan oleh meningkatnya harga emas seiring berlanjutnya ketidakpastian geopolitik global,” ujar Rony.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *