Pernyataan Kepala BP Batam Tuai Polemik, Publik Soroti Batas Jabatan dan Urusan Pribadi

Ketua Aliansi Maritim Indonesia (ALMI) Kota Batam yang juga Ketua Forum Masyarakat Peduli Batam Maju (FMPBM), Osman Hasyim
Ketua Aliansi Maritim Indonesia (ALMI) Kota Batam yang juga Ketua Forum Masyarakat Peduli Batam Maju (FMPBM), Osman Hasyim

IDNNEWS.CO.ID, Batam — Pernyataan yang disampaikan Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam dalam sebuah forum publik menuai sorotan tajam dan memicu polemik di tengah masyarakat beberapa waktu lalu.

Ucapan tersebut dinilai mencampuradukkan kapasitas sebagai pejabat publik dengan kepentingan serta relasi pribadi, sehingga menimbulkan kegaduhan di ruang publik.

Sejumlah elemen masyarakat menilai, dalam kapasitasnya sebagai Kepala BP Batam, setiap pernyataan yang disampaikan di ruang terbuka tidak bisa dilepaskan dari kewenangan jabatan yang melekat.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  ALMI Batam Sampaikan Duka Mendalam atas Tragedi Ledakan di Kapal MT Federal II

Jabatan Kepala BP Batam merupakan amanah negara dan bagian dari institusi strategis, bukan hak personal, apalagi disampaikan dengan narasi yang berpotensi ditafsirkan sebagai urusan pribadi atau relasi masa lalu.

Polemik mencuat ketika Kepala BP Batam menyampaikan kiasan yang dinilai seolah-olah menyiratkan kepemilikan personal terhadap jabatan, serta menyebut adanya hubungan dengan pihak tertentu. Bahkan, pernyataan tersebut disertai nada ajakan dan perintah agar pihak dimaksud “harus mundur Dari jabatan kalau tidak sanggung lagi menjalankan tugasnya”, yang kemudian memicu beragam tafsir di tengah publik.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius terkait batas antara kepentingan dan kewenangan jabatan publik. Sebab, meskipun disampaikan oleh individu, status sebagai Kepala BP Batam membuat setiap pernyataan memiliki implikasi kelembagaan dan berdampak langsung terhadap citra institusi.

BACA JUGA:  INI DIA, 15 Program Prioritas Amsakar dan Li Claudia Chandra Wujudkan Batam Maju

Menanggapi polemik tersebut, Ketua Forum Masyarakat Peduli Batam Maju (FMPBM), Osman Hasyim, menyatakan keprihatinannya atas pernyataan yang dinilai tidak mencerminkan kehati-hatian seorang pejabat publik.

“Seorang pejabat negara harus memahami dengan jelas batas antara dirinya sebagai individu dan dirinya sebagai representasi institusi. Ketika berbicara di forum publik, yang melekat adalah jabatan, bukan hubungan pribadi,” ujar Osman Hasyim, Sabtu (24/1/2026).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *