IDNNEWS.CO.ID, BATAM – Gereja Kasih Karunia Indonesia (Gekari) House of Peace menggelar perayaan Malam Natal pada Rabu (24/12/2025) malam. Ibadah berlangsung di Jalan Sudirman No.7, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), dan diikuti sekitar 180 jemaat.
Perayaan Natal tahun ini mengusung tema “Jangan Takut, Telah Lahir Bagimu Juruselamat” yang diambil dari Lukas 2:10–11. Suasana ibadah berlangsung khidmat namun penuh sukacita.
Dalam khotbah Natalnya, Ps. Rida Loho, S.Th menyampaikan bahwa inti dari perayaan Natal adalah kelahiran Yesus Kristus sebagai Juruselamat dunia. Ia menegaskan bahwa Yesus lahir untuk menyelamatkan seluruh umat manusia dari dosa.
“Hari ini telah lahir Juruselamat Tuhan di Kota Daud. Berita Natal adalah berita sukacita bagi semua bangsa, karena Yesus datang ke dunia untuk mencari dan menyelamatkan manusia,” ujar Ps. Rida.
Ia menjelaskan bahwa Yesus hadir ke dunia dan menjadi sama seperti manusia, dilahirkan oleh Maria, namun tanpa dosa. Berbeda dengan manusia yang cenderung berbuat dosa, Yesus Kristus hidup tanpa dosa.
“Maria dan Yusuf melahirkan Yesus tanpa benih dosa. Inilah yang membedakan Tuhan Yesus dengan manusia pada umumnya,” katanya.
Lebih lanjut, Ps. Rida mengajak jemaat untuk merespons berita Natal dengan penuh semangat, sukacita, dan kerinduan untuk bertemu serta hidup bersama Yesus. Ia juga mengutip kisah para gembala yang pertama kali menerima kabar kelahiran Kristus.
“Para gembala yang menjaga kawanan domba terkejut dan takut ketika malaikat Tuhan berdiri di dekat mereka. Namun malaikat berkata, ‘Jangan takut! Sebab aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa,’” tuturnya.
Ia berharap seluruh jemaat pulang dari perayaan Natal dengan hati yang bahagia dan penuh sukacita dalam memuji Tuhan.
Sementara itu, Ketua Panitia Natal, Piter Sitompul, ST, mengatakan bahwa sebagai wujud kepedulian kepada sesama, panitia juga membagikan bingkisan Natal kepada anak-anak, ibu-ibu, lansia, serta masyarakat yang kurang mampu.
“Setiap perayaan Natal, kami selalu berbagi kasih dan berkat kepada sesama, khususnya mereka yang membutuhkan. Ini menjadi bagian dari makna Natal itu sendiri,” ujarnya.
Menurut Piter, Natal dirayakan sebagai pengingat bahwa Yesus Kristus lahir ke dunia untuk menyelamatkan manusia dari dosa. Ia berharap melalui perayaan Natal ini, jemaat semakin mendekatkan diri kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat.
Rangkaian ibadah Malam Natal berlangsung penuh kebersamaan. Jemaat tampak antusias mengikuti setiap sesi acara, mulai dari pujian dan penyembahan, pemutaran video singkat tentang kelahiran Yesus, hingga prosesi penyalaan lilin.
Pada momen tersebut, jemaat juga diajak menyalakan lampu flash pada telepon genggam masing-masing, menambah suasana haru dan sakral. Ibadah ini ditutup dengan penampilan tari-tarian









