Banjir Diskon! Hangatnya Budaya dan Magnet Ekonomi Wisata: Menelusuri Daya Pikat Johor di Pengujung 2025

Pada akhir tahun, ketika angin laut mulai lebih sejuk dan pelabuhan Batam serta Tanjungpinang dipenuhi rombongan keluarga yang menyeret koper, satu arah menjadi tujuan favorit: Johor, Malaysia. Hanya berjarak sekitar 1,5 jam perjalanan ferry, negeri jiran yang terasa begitu dekat itu kembali menjadi ruang pelarian bagi wisatawan Kepri—ruang untuk beristirahat, mengeksplorasi, dan membangun kenangan baru.

Namun tahun ini, ada yang berbeda. Lonjakan diskon akhir tahun, promosi besar-besaran, dan tumbuhnya destinasi baru membuat Johor bukan hanya tempat untuk liburan, tapi sebuah fenomena ekonomi yang menggerakkan pergerakan wisata lintas negara.

Bagi banyak warga Kepri, Malaysia adalah tetangga yang terasa seperti saudara. Bahasa Melayu yang akrab, kuliner yang mirip, hingga keramahan masyarakat membuat banyak orang merasa tak perlu adaptasi berlebihan saat menginjakkan kaki di Johor.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Dorong Penataan Tenaga Non-ASN, Pemko Batam Bakal Seleksi PPPK Tahap 2

“Seperti pulang kampung, tapi versi upgrade,” kata seorang wisatawan yang baru turun dari ferry di Stulang Laut, sambil tertawa kecil.

Tak heran, setiap akhir tahun, rute ferry Batam–Johor menjadi salah satu koridor tersibuk di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *