5 Gunung Api Indonesia Berstatus Siaga Hari Ini 9 September 2026, Ini Kondisinya

3. Gunung Merapi

Gunung Merapi terpantau tertutup kabut dengan asap kawah nihil. Cuaca mendung dan angin tenang ke arah timur.

Suhu udara berkisar 16,3-18,5 derajat Celsius, dengan kelembapan 98,9-100 persen dan tekanan udara 874,8-918,3 mmHg.

Terjadi guguran, namun secara visual jarak dan arah guguran tidak teramati. Aktivitas kegempaan mencatat 16 kali gempa guguran dan 14 kali gempa Hybrid/Fase Banyak.

Bacaan Lainnya

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya, meliputi Sungai Boyong hingga maksimal 5 kilometer serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga maksimal 7 kilometer.

BACA JUGA:  Raih Tiga Penghargaan IQSA 2026, Bandara Hang Nadim Perkuat Fondasi Keselamatan dan Ekonomi Batam

Pada sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro hingga 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer.

Sementara itu, lontaran material vulkanik apabila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.

Masyarakat diminta tidak melakukan kegiatan di daerah potensi bahaya. Warga juga perlu mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dan mewaspadai bahaya lahar, terutama saat hujan.

Penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan. Pelaku wisata juga direkomendasikan tidak melakukan kegiatan di daerah potensi bahaya dan bukaan kawah hingga 5 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

4. Gunung Semeru

Gunung Semeru terpantau tertutup kabut dengan asap kawah tidak teramati. Cuaca berawan hingga mendung dengan angin lemah ke arah utara dan timur laut.

BACA JUGA:  Kenaikan Harga Avtur Picu Penyesuaian Tarif, Operasional Bandara Hang Nadim Batam Tetap Normal

Suhu udara sekitar 20-21 derajat Celsius.

Terekam gempa letusan, tetapi secara visual tinggi letusan dan warna abu tidak teramati. Guguran juga terjadi, namun jarak dan arahnya tidak teramati secara visual.

Aktivitas kegempaan mencatat 29 kali gempa letusan/erupsi, 4 kali gempa guguran, dan 4 kali gempa harmonik.

Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.

BACA JUGA:  HUT ke-81 RI, Pertamina Beri Diskon Rp450 per Liter untuk Pertamax dan Pertamina Dex

Aktivitas juga dilarang dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena kawasan tersebut rawan lontaran batu pijar.

Masyarakat diminta mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Semeru, khususnya Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *