30 Warga Rempang Ikuti Pelatihan Pemberdayaan, Kolaborasi Kementrans Dorong Ekonomi Lokal

Perwakilan PT Makmur Elok Graha (MEG), Januar, menegaskan komitmen pihaknya dalam mendukung keberlanjutan program ini. Ia menyebut, keterlibatan masyarakat lokal menjadi faktor penting dalam kesuksesan pengembangan kawasan Rempang Eco City.

“Program ini menjadi langkah penting agar masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku utama dalam pengembangan Rempang Eco City. Kami dari MEG siap mendampingi dan membuka peluang agar hasil pelatihan ini bisa berkelanjutan dan bernilai ekonomi,” ujar Januar.

Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Peringatan Hari Bumi 2026 di Rempang, PT MEG bersama Pemerintah dan Warga Tanam Ratusan Pohon hingga Gerakan Bersih Sampah

Lurah Sembulang juga menyambut baik kegiatan ini. Ia berharap pelatihan yang diberikan dapat membuka wawasan masyarakat sekaligus meningkatkan keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Program ini dirancang tidak berhenti pada pelatihan semata. Para peserta akan mendapatkan pendampingan berkelanjutan guna memastikan keterampilan yang diperoleh dapat berkembang menjadi usaha produktif. Dengan demikian, diharapkan muncul pelaku usaha baru yang mampu menggerakkan ekonomi lokal dan menciptakan lapangan kerja di lingkungan sekitar.

Pengembangan Rempang Eco City sendiri menjadi salah satu proyek strategis yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Batam dan sekitarnya. Namun demikian, keberhasilan proyek ini sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat lokal.

BACA JUGA:  Perkuat Ketahanan Ekosistem Perdagangan Digital, OJK Terbitkan Pedoman Keamanan Siber

Melalui program pelatihan dan pemberdayaan ini, pemerintah bersama mitra berupaya menjembatani kebutuhan tersebut. Masyarakat tidak hanya diberikan pengetahuan, tetapi juga didorong untuk beradaptasi dengan perubahan serta memanfaatkan peluang ekonomi yang muncul.

Ke depan, program serupa direncanakan akan terus digelar dengan cakupan peserta yang lebih luas serta materi pelatihan yang lebih beragam. Hal ini sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk menciptakan masyarakat yang mandiri, produktif, dan mampu bersaing di tengah dinamika pembangunan kawasan.

Dengan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, pelatihan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Rempang Eco City.(Iman Suryanto)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *